Elon Musk Mau Dogecoin Gantikan Bitcoin, Inikah Buktinya?

Tech - MWR, CNBC Indonesia
14 May 2021 12:15
Dogecoin

Jakarta, CNBC Indonesia - Elon Musk bikin kaget investor uang kripto (cryptocurrency). Melalui akun twitter pribadinya, ia mengumumkan Tesla menyetop pembelian mobil listrik dengan Bitcoin pada Rabu (13/5/2021).

Alasannya, meningkatnya penggunaan bahan bakar fosil karena aktivitas penambangan. Meski begitu Tesla tetap mempertahankan Bitcoin yang dimiliki perusahaan akan akan membolehkan transaksi Bitcoin saat penambangan Bitcoin menggunakan energi berkelanjutan.

"Tesla juga akan mencari cryptocurrency yang konsumsi energinya di bawah 1% Bitcoin," tulis Tesla yang diumumkan Elon Musk di akun twitter pribadinya, Jumat (14/5/2021).


Sehari setelah pengumuman itu Elon Musk kembali mencuit tentang cryptocurrency. Ia menyebut sedang bekerja dengan tim developer Dogecoin untuk meningkatkan efisiensi sistem transaksi.

"Sedang bekerja dengan tim developer Doge untuk meningkatkan efisiensi sistem transaksi. Sangat menjanjikan. Seperti biasa, jangan panik," tulis Elon Musk.

Tidak jelas apakah pernyataan Elon Musk ini mengacu pada efisiensi dalam hal penggunaan energi, kemudahan penggunaan atau kesesuaian sebagai mata uang, kata Mark Humphery-Jenner, seorang profesor keuangan di sekolah bisnis Universitas New South Wales di Sydney, seperti dikutip dari Reuters.

Namun konsumsi listrik Dogecoin memang lebih rendah dari Bitcoin. Menurut penyedia pusat data TRG, konsumsi listrik Dogecoin hanya 0,12 kilowatt jam per transaksi sementara Bitcoin mengkonsumsi 707 kilowatt. Namun hampir tidak mungkin menggunakan Dogecoin untuk membeli apa pun.

Kritik Dogecoin

Pada 2021, Dogecoin tiba-tiba saja menarik perhatian para investor kripto. Coindesk mencatat sepanjang 2021 Dogecoin sudah memberikan imbal hasil (return) 10.255,21%.

Di tengah gegap gempita ini, sejumlah pengamat pasar melontarkan kritik keras terhadap Dogecoin. Salah satunya David Kimberley dari aplikasi investasi Freetrade yang berpendapat Dogecoin sebagai gelembung yang menunggu meledak.

Menurutnya Dogecoin dihargai terlalu kemahalan dan ini tetap menguntungkan selama ada 'orang yang lebih bodoh' untuk membelinya diharga yang lebih tinggi.

"Dogecoin tetap menjadi pelajaran dalam teori bodoh yang lebih besar," kata David Kimberley. "Harganya dipompa oleh orang-orang yang ingin kaya mendadak (dan Elon Musk)," katanya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Dahsyat! Tesla Elon Musk Sudah Cuan Rp 14 Triliun di Bitcoin


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading