Wah! Pinjaman Orang Indonesia ke Pinjol Tembus Rp 181,67 T

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
05 May 2021 17:50
infografis 10 daftar fintech baru yang terdatar di OJK

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis Statistik Fintech Lending Periode Maret 2021. Dilaporkan jika total akumulasi penyaluran pinjam hingga Maret adalah Rp 181,67 triliun atau meningkat Rp 25,77 triliun dari awal tahun.

Jumlah tersebut terbagi dengan Borrower dari Pulau Jawa sebanyak Rp 153,75 triliun dan Rp27,91 triliun dari luar Jawa, dikutip Rabu (5/5/2021).

Terdapat kenaikan dari bulan Februari 2021, yaitu akumulasinya berjumlah Rp 169,51 triliun. Dengan pulau Jawa mendapatkan Rp 25,62 triliun dan Rp 143,89 triliun di luar Jawa.


Di Bulan Maret, akumulasi penyaluran pinjaman terbanyak di Indonesia ada di DKI Jakarta dengan Rp 52,81 triliun. Jumlah tersebut juga tertinggi diantara daerah lainnya di Pulau Jawa. Total tersebut naik dari Februari 2021 di DKI Jakarta sebesar Rp 49,49 triliun.

Untuk penyaluran pinjaman bulanan Maret 2021 adalah Rp 11,76 triliun. Dibagi menjadi Rp 9,57 triliun pulau Jawa dan luar Jawa sebanyak Rp 2,19 triliun.

Sementara itu, outstanding pinjaman bulanan bulan Maret 2021 adalah Rp 19,03 triliun pembagiannya Rp 15,44 triliun di Jawa dan sisanya Rp 3,5 triliun pada luar Jawa.

Dalam laporan tersebut juga disebutkan akumulasi rekening lender. Hingga Maret 2021 jumlah keseluruhannya mencapai 612.843 entitas.

Dari jumlah tersebut terbanyak berasal dari Jawa dengan 466.308 entitas. Sedangkan 139.958 entitas dari luar Jawa dan lender luar negeri sebanyak 6.577 entitas.

Sedangkan akumulasi rekening borrower sampai bulan Maret 2021 adalah 55.342.537 entitas. Rinciannya pulau Jawa sebanyak 47.547.759 entitas dan luar Jawa 7.794.778 entitas.

Laporan tersebut juga mencatat akumulasi transaksi lender dan borrower. Pada bulan Maret 2021 masing-masing 147.633.679 akun dan 323.639.921 akun.




[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading