Trump is Back! Luncurkan Blog Bongkar Kecurangan Pemilu 2020

Tech - Tommy Sorongan, CNBC Indonesia
05 May 2021 15:50
Trump Menolak Bertanggung Jawab atas Tragedi Capitol (CNBC Indonesia TV) Foto: Trump Menolak Bertanggung Jawab atas Tragedi Capitol (CNBC Indonesia TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) yang juga sempat menjadi rival Presiden Joe Biden, Donald Trump, dilaporkan telah kembali membuka akses sosial media. Kali ini pria asal New York itu memutuskan untuk membuka blog.

Dikutip Reuters, Rabu (5/5/2021), situs blog yang pertama kali dilaporkan oleh Fox News ini dijuluki "Dari Meja Donald J. Trump" dan berisi postingan dari Trump yang bisa dibagikan dan disukai.

Sebuah sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan bahwa itu dibangun oleh Campaign Nucleus, perusahaan layanan digital yang dibuat oleh mantan manajer kampanye Trump, Brad Parscale.


Unggahan di situs tersebut masih mengulangi klaim Trump bahwa ia kalah dalam pemilu 2020 karena penipuan pemilih yang meluas. Selain itu ia juga mengkritik sesama Republikan yang telah mengkritiknya seperti Senator Mitt Romney dan Perwakilan Liz Cheney.

Dengan adanya blog ini, para pendukung Trump dapat menyebarkan link mengenai cuitan Trump pada akun Facebook dan Twitternya

Sejumlah media sosial besar seperti Facebook dan Twitter telah menghukum Trump  dengan memblokir akun dan tidak mengizinkannya mengakses platform media sosial setelah penyerbuan Capitol pada 6 Januari yang mematikan oleh para pendukungnya.

Sementara itu Twitter mengatakan berbagi konten dari situs web akan diizinkan selama materi tersebut tidak melanggar aturan Twitter, tetapi upaya untuk menghindari penangguhan tidak akan diizinkan.

Trump memang dikenal sering memanas-manasi pendukung setianya di Twitter bahwa kekalahannya dengan Joe Biden November lalu adalah sebuah kecurangan besar.

Bahkan melalui Twitter pula Trump mengajak para pendukungnya untuk menyelenggarakan demo besar-besaran pada 6 Januari lalu. Namun seluruh klaim calon presiden dari Partai Republik itu belum ada yang terbukti di pengadilan.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading