Kemenkes: Embargo Vaksin AstraZeneca Produksi India Dicabut

Tech - Muhammad Iqbal, CNBC Indonesia
30 April 2021 19:59
Britain's Prime Minister Boris Johnson receives the first dose of the AstraZeneca vaccine administered by nurse and Clinical Pod Lead, Lily Harrington at St. Thomas' Hospital in London, Friday, March 19, 2021. Johnson is one of several politicians across Europe, including French Prime Minister Jean Castex, getting a shot of the AstraZeneca vaccine on Friday. (AP Photo/Frank Augstein, Pool)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan travel ban atau embargo vaksin Covid-19  yang diproduksi India telah dicabut. Kini vaksin tersebut bisa kembali didatangkan ke Indonesia setelah sempat mengalami kendala akibat embargo tersebut.
AstraZeneca

"Tentang travel ban (embargo) terkait vaksinasi, berdasarkan lobi Pak Menteri Kesehatan (Budi Gunadi Sadikin) bersama Ibu Menteri Luar Negeri (Retno Marsudi) dan secara langsung berkomunikasi dengan Dirjen WHO (Tedros Adhanom), sampai saat ini sudah kembali ya dirilis travel ban terkait vaksin ini," kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes Siti Nadia saat melakukan konferensi pers secara daring, Jumat (30/4/2021).

Atas pencabutan embargo ini, Nadia menyebut, sebanyak 3,8 juta dosis vaksin AstraZeneca akan kembali didatangkan ke Indonesia pada Mei mendatang. Hal itu merupakan salah satu upaya dalam melakukan pemenuhan vaksin tanah air.




Dalam kesempatan itu, Nadia juga mengungkap sejumlah vaksin lain yakni Sinovac dan Sinopharm telah kembali didatangkan ke Indonesia.

"Nah saat ini tadi siang baru saja ya kita menerima Sinovac, Sinopharm, dan sebelumnya kita juga sedang menerima AstraZeneca ya," kata dia.

Nadia juga memastikan kedatangan vaksin seperti Novavax, AstraZeneca yang dibeli langsung di pabrik, dan Pfizer tak akan mengalami keterlambatan. Vaksin, kata dia, akan tiba sesuai jadwal yang telah direncanakan. Menurutnya, pemerintah juga akan menambah pembelian vaksin dari Sinovac.

"Selain itu juga Indonesia sedang mengupayakan tambahan vaksin Sinovac sendiri untuk bisa menambah yang tadinya sudah kita pesan 140 juta dosis, kemungkinan kita sedang menegosiasikan untuk menambah jumlah vaksin tersebut," tuturnya.

Berita selengkapnya >>> Klik di sini


[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading