Nah Lho! UE Tuding Apple Langgar Aturan Persaingan Usaha

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
30 April 2021 19:52
FILE PHOTO: An Apple logo is seen on the building's facade as activists from the anti-globalisation organisation Attac hold the protest against alleged tax evasion by Apple company in front of an Apple store in Frankfurt, Germany, March 10, 2018. REUTERS/Ralph Orlowski/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Apple dituding melakukan penyalahgunaan posisi dominan pada toko aplikasinya. Tuduhan ini disuarakan oleh Komisi Eropa dan mengatakan masalah ini merujuk pada distribusi aplikasi streaming musik di App Store.

Pandangan tersebut juga sudah diberitahukan pada raksasa teknologi asal Cupertino itu.

"Komisi Eropa telah menginformasikan Apple soal pandangan awal mereka mendistorsi persaingan di pasar music streaming karena menyalahgunakan posisi dominan pada distribusi aplikasi music streaming lewat App Store," kata pihak Komisi Eropa, dikutip dari CNBC Internasional, Jumat (30/4/2021).


Pada tahun lalu, Komisi Eropa melakukan penyelidikan antitrust pada App Store. Hal itu dilakukan tak lama setelah Spotify mengkritik mengenai perjanjian lisensi Apple.

Perjanjian lisensi itu mengharuskan pengembang aplikasi membayarkan komisi sebesar 30% dari semua biaya langganan yang masuk lewat App Store.

Pada hari Jumat, Uni Eropa menyebutkan mempermasalahkan mekanisme pembelian in-app Apple yang berlaku pada pengembang aplikasi streaming music.

Pembayaran lewat App Store nampaknya jadi satu-satu jalan untuk berlangganan. Sebab pengembang aplikasi tidak bisa memberitahu pengguna mengenai cara membeli aplikasi tersebut di tempat lain.

Masalah tersebut juga menjadi kekhawatiran lain dari Komisi Eropa. Dalam responsnya, Apple menyebutkan jika kasus Eropa 'kebalikan dari kompetisi yang adil', dikutip dari Reuters.

"Spotify telah menjadi layanan musik berlangganan terbesar di dunia dan kami bangga pada peranan yang kami mainkan. Sekali lagi, mereka ingin keuntungan dari App Store namun tidak berpikir untuk membayar apapun dari itu," kata Apple.

Namun nampaknya masalah ini melebar bukan hanya pada layanan streaming musik. Sebab pada Maret 2020, distributor e-book dan audiobook juga melakukan protes pada Apple untuk masalah yang sama.

Selain itu Epic Games menyeret Apple ke meja hijau. Perusahaan itu bersama dengan Komisi Eropa mengajukan tudingan antitrust pada Apple di awal tahun ini.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading