Wah! Australia Mulai 'Ubrak-Abrik' Dominasi Google & Apple

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
28 April 2021 18:48
foto : Reuters/ David Gray

Jakarta, CNBC Indonesia - Dominasi Apple dan Google pada toko aplikasi mulai jadi perhatian Australia. Komisi Persaingan dan Konsumen Australia (ACCC) menyebutkan diperlukan sejumlah langkah untuk mengatasi monopoli di toko aplikasi dua perusahaan tersebut.

"Apple dan Google tidak hanya menjalankan pasar aplikasi, mereka juga bersaing di dalamnya dengan aplikasi sendiri," kata Ketua ACCC, Rod Sims, dikutip dari BBC, Rabu (28/4/2021).

ACCC juga sebelumnya menyarankan pengguna dan pengembang punya kontrol untuk pembelian. Ucapan ini merupakan langkah Australia untuk mengendalikan pasar yang dikendalikan kekuatan raksasa teknologi.


Rod menyebutkan pihaknya prihatin karena pembatasan yang dilakukan Apple dan Google. Hal itu membuat pengembang tidak punya pilihan namun menggunakan sistem pembayaran dua perusahaan untuk pembeliaan dalam aplikasi.

Selain itu ACCC juga merekomendasikan para pengguna menghapus aplikasi pre-instal Google dan Apple dari ponsel mereka.

Pengembang juga harus memiliki informasi lebih lanjut mengenai bagaimana aplikasi bisa ditemukan. Di sisi lain Google dan Apple dicegah untuk menggunakan data yang dikumpulkan dari toko aplikasi nantinya digunakan untuk mempromosikan aplikasi sendiri.

Dominasi Apple dan Google telah mendapatkan kritikan. Salah satunya dari pembuat aplikasi yang disebabkan pembagian pembayaran wajib.

Kedua perusahaan dikabarkan memiliki komisi 30% untuk unduhan yang berbayar.

Langkah ini jadi usaha berikutnya Australia melawan perusahaan teknologi dunia. Sebelumnya negara itu mengesahkan peraturan yang membuat platform seperti Google dan Facebook membayar konten yang diterbitkan.

Kedua perusahaan berpendapat jika aturan tersebut telah salah dalam memahami cara kerja internet.
Facebook juga melakukan perlawanan yakni dengan menghapus semua artikel berita dalam kolom search Australia.

Namun akhirnya Facebook dan Google merubah pendapatnya. Dua raksasa teknologi itu menawarkan membuat perjanjian pada Australia setelah undang-undang disahkan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Panas! Google Ancam Australia Mau Setop Operasi Search Engine


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading