Corona Menggila! Pemakaman India Kewalahan Urus Korban Covid

Tech - Tommy Sorongan, CNBC Indonesia
20 April 2021 17:39
[DALAM] Tsunami Corona India

Jakarta, CNBC Indonesia - Kenaikan kematian akibat infeksi Covid-19 di India semakin mengkhawatirkan. Bahkan pemakaman jenazah di negara itu dilaporkan sudah kewalahan.

Dikutip AFP, Selasa (20/4/2021), pemakaman Jadid Qabristan Ahle di New Delhi yang sekarang diisolasi selama seminggu, pada hari Jumat (16/4/2021) lalu kedatangan 11 jenazah tiba dalam waktu tiga jam.

Saat matahari terbenam, 20 mayat berada di tanah. Ini sebanding dengan beberapa hari di bulan Desember dan Januari, ketika para penggali tanah tetap diam dan banyak yang mengira pandemi telah berakhir.


"Sekarang, tampaknya virus itu memiliki kaki," kata Shamim, 38, seorang penggali kubur, kepada AFP. "Kalau terus begini, aku akan kehabisan ruang dalam tiga atau empat hari."

Suasana yang sama juga terjadi di beberapa krematorium di seluruh negeri. Banyak krematorium di Surat, Rajkot, Jamnagar dan Ahmedabad beroperasi sepanjang waktu dengan tiga hingga empat kali lebih banyak jenazah dari biasanya.

Di wilayah Lucknow, banyak rumah kremasi kehabisan kayu dan meminta orang untuk membawanya sendiri. Foto viral di media sosial menunjukkan becak listrik sarat dengan kayu gelondongan.

Tak hanya kekuarangan kayu, beberapa krematorium juga dilaporkan mematok biaya yang sangat mahal

Rohit Singh, yang ayahnya meninggal karena Covid-19, mengatakan petugas krematorium mengenakan biaya sekitar 7.000 rupee (Rp 1,4 juta). Harga ini hampir 20 kali lipat dari tarif normal.

Sementara itu Pemerintah India secara keseluruhan dianggap gagal dalam menangani pandemi Covid-19 yang menyerang negara itu Bahkan beberapa pihak meminta agar PM Modi untuk mundur. Permintaan ini dilandasi oleh sikap Modi yang terlihat tidak peduli dengan penyebaran Covid-19.

Dalam sebuah momen, Modi terlihat tidak mengenakan masker pada rapat umum kampanye partainya BJP pada hari Sabtu (17/9/2021), dengan mengatakan "Saya belum pernah melihat kerumunan sebanyak itu" di sebuah acara di Benggala Barat.

Selain itu, Modi juga dianggap gagal dalam mengatasi mobilitas publik pada acara tradisi Kumbh Mela di sungai Gangga. Disaat pandemi yang masih meluas di negara itu, tradisi ini masih tetap saja terjadi dengan mengumpulkan kerumunan sebanyak 3 juta orang. Modi sendiri telah meminta acara itu dihentikan namun kerumunan yang membludak tanpa mengindahkan protokol kesehatan telah terjadi.

Dari data Worldometers, kasus corona meningkat dengan cepat di India, yang kini mencatatkan 15.057.767 kasus.Angka ini menempatkan Negeri Bollywood itu di bawah posisi pertama, Amerika Serikat, yang memiliki 32.4040.454 kasus dan menggeser Brasil di posisi kedua dengan total 13.943.071 kasus.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading