Bukan Disuntik, China Uji Coba Vaksin Covid-19 Hirup

Tech - Tommy Sorongan, CNBC Indonesia
19 April 2021 19:07
INFOGRAFIS, CanSino, Vaksin Covid-19 Pertama yang Dipatenkan China

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan farmasi asal China CanSino Biologics yang juga pembuat vaksin Covid-19 akan mengadakan uji klinis untuk produk vaksin Covid-19 mereka yang dapat dikonsumsi dengan cara dihirup pada pekan depan.

Vaksin yang dikembangkan bersama Institut Bioteknologi Beijing ini diprediksi akan jauh lebih kuat dibanding vaksin yang disuntik ke area muskular biasa.

Dalam sebuah wawancara dengan CNBC International, CEO CanSino Xuefeng Yu menjelaskan bahwa secara teoritis, vaksin yang dihirup dapat memberikan perlindungan tambahan dengan mengaktifkan antibodi atau sel T, sel darah putih yang penting untuk sistem kekebalan, di saluran pernapasan.


Jika lapisan perlindungan itu gagal dan virus menyebar lebih dalam ke dalam tubuh, bagian lain dari sistem kekebalan masih dapat melawan virus Covid, ujar Yu.

"Jadi Anda menambahkan lebih banyak lapisan - masuk akal, bukan? Jadi itulah mengapa kita melalui jalur mukosa, "ujarnya.

Xuefeng Yu tersebut mengatakan perusahaan telah menggunakan konsep yang sama untuk mengembangkan vaksin inhalasi untuk tuberkulosis atau TBC. Percobaan yang dilakukan di Kanada menunjukkan bahwa dosis inhalasi untuk vaksin TB yang diperlukan untuk memberikan perlindungan "jauh, jauh lebih sedikit daripada suntikan yang sebenarnya," katanya.

CanSino sendiri telah memproduksi vaksin suntik Covid-19 yang dinamai Adenovirus Type 5 Vector atau Ad5-nCoV. Vaksin itu sendiri telah mendapatkan izin penggunaan darurat di China, Pakistan, Meksiko, dan Hongaria.

Hingga saat ini vaksin Ad5-nCoV diklaim 68,83% efektif mencegah penyakit Covid-19 yang bergejala dua minggu setelah satu suntikan. Sementara memasuki minggu keempat, efektivitas vaksin itu menurun hingga 65,28%.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading