Internasional

Dengerin Mamen! Nasihat Bos IMF Soal Risiko Uang Digital

Tech - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
15 April 2021 07:26
FILE - In this Feb. 14, 2020 file photo, Kristalina Georgieva, Managing Director of the International Monetary Fund, attends a session on the first day of the Munich Security Conference in Munich, Germany.   Georgieva said Friday, March 27,  it is clear that the global economy has now entered a recession that could be as bad or worse than the 2009 downturn.  She said the 189-nation lending agency was forecasting a recovery in 2021, saying it could be a “sizable rebound.” But she said this would only occur if nations succeed in containing the coronavirus and limiting the economic damage(AP Photo/Jens Meyer, File)

Jakarta, CNBC Indonesia - Fenomena pembayaran dengan uang digital di masyarakat makin marak meledak. Selain karena ia tidak memiliki bentuk seperti uang kertas, di mana memudahkan dalam penggunaannya, uang digital juga cenderung mudah untuk ditransfer antar negara.

Hal ini pun menjadi positif dalam menyokong pemberian bantuan dari negara-negara kaya ke individu-individu yang berada di golongan bawah di negara negara miskin. Namun terdapat juga risiko-risiko yang ditimbulkan dari pengiriman langsung uang digital antar negara ini.


Menanggapi hal tersebut, Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva, menyatakan ada beberapa poin penting yang harus dilakukan pemerintah di seluruh dunia dalam memitigasi risiko yang dapat timbul dari hal ini.

Pertama, ia mengingatkan bahwa uang digital ini harus dapat menjadi mata uang yang dipercaya oleh publik. Ia menyatakan harus ada payung hukum yang pasti mengenai uang digital ini.

"Pertama, bentuk uang baru harus tetap dapat dipercaya. Mereka harus melindungi konsumen, aman dan berlabuh dalam kerangka hukum yang kuat, dan mendukung integritas keuangan," katanya, Rabu (14/4/2021).

Kedua adalah kesehatan ekonomi domestik. Hal ini harus dilakukan dalam rangka melindungi penyediaan uang digital yang dicetak oleh kemitraan publik dan swasta.

"Kedua, stabilitas ekonomi dan keuangan domestik harus dilindungi oleh kemitraan publik-swasta yang dirancang dengan cermat yang mendukung penyediaan uang digital, termasuk persaingan yang sehat," ucap wanita asal Bulgaria ini.

Ketiga, yaitu kendali atas kebijakan moneter. Hal ini sangat perlu dilakukan agar apabila terjadi beberapa permasalahan mengenai uang digital, maka negara punya kekuatan penuh untuk mengambil kebijakan-kebijakan strategis yang dapat langsung diimplementasikan.

"Negara-negara perlu mempertahankan kendali atas kebijakan moneter, kondisi keuangan, keterbukaan rekening modal, dan rezim devisa," tambahnya.

Lebih lanjut, ia juga menyatakan bahwa IMF akan berkomitmen penuh agar memastikan seluruh negara di dunia melaksanakan poin-poin tersebut. IMF akan berkolaborasi penuh dengan seluruh pihak, termasuk Dewan Stabilitas Keuangan, Bank untuk Penyelesaian Internasional, Bank Dunia dan para pelaku industri.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading