Darurat Covid Meledak, India Pakai Vaksin Rusia Sputnik V

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
13 April 2021 13:49
A Russian medical worker prepares a shot of Russia's Sputnik V coronavirus vaccine in Moscow, Russia, Saturday, Dec. 5, 2020. Thousands of doctors, teachers and others in high-risk groups have signed up for COVID-19 vaccinations in Moscow starting Saturday, a precursor to a sweeping Russia-wide immunization effort. (AP Photo/Pavel Golovkin)

Jakarta, CNBC Indonesia - India menambah pasokan vaksinnya dengan mendatangkan Sputnik V dari Rusia. Informasi ini dikonfirmasi langsung oleh Russian Direct Investment Fund atau RDIF.

Keberadaan Sputnik V, melengkapi vaksin lain yang digunakan di India salah satunya yang dikembangkan oleh AstraZeneca dan universitas Oxford. Selain itu masih ada vaksin dari perusahaan dalam negeri bernama Barat Biotech.

RDIF merupakan pihak yang bertanggungjawab memasarkan vaksin ke luar Rusia. Lembaga itu mengatakan Drug Controller General of India (DCGI) telah memberikan persetujuan penggunaan Sputnik V.


"India negara populasi terbesar ke-2 di dunia menjadi negara ke-60 yang mendaftarkan #SputnikV setelah hasil positif pada studi klinis fase ke-3 lokal. Sputnik V sekarang disahkan di 650 negara dengan populasi lebih dari 3 miliar orang," unggah pihak Sputnik dalam tweetnya, dikutip dari Reuters, Selasa (13/4/2021).

Di India, RDIF menandatangani kerja sama untuk menghadirkan 750 juta dosis vaksin Sputnik V. Lembaga itu akan bekerja sama dengan enam perusahaan domestik.

Sementara itu regulator obat di India tidak menanggapi komentar perihal persetujuan panel ahli pada vaksin Sputnik V.

Perusahaan farmasi asal India dan tempat pemasaran vaksin Sputnik di sana, Dr. Reddy's mengatakan masih menunggu kabar dari pihak berwenang setempat.

"Dr. Reddy's dan RDIF bekerja dengan tekun bersama otoritas India mendapatkan persetujuan Sputnik V. Kami berkomitmen penuh untuk memainkan peran kami dalam perang melawan Covid di India," kata Dr. Reddy's.

Sputnik V dikembangkan oleh Institut Gamaleya Moskow. Vaksin itu memiliki efikasi sebesar 91,6% untuk melawan Covid-19.

Sementara itu, India juga harus menghadapi gelombang kedua pandemi dan menjadi peringkat ke-dua dengan jumlah infeksi tertinggi di dunia. Sebelumnya peringkat tersebut diisi oleh Brazil.

Kejadian ini terjadi setelah India memberikan 105 juta dosis pada populasi sebanyak 1,4 miliar.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading