Catat! Ini 5 Vaksin Covid yang Sedang Dikaji BPOM RI

Tech - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
10 April 2021 19:24
FILE - In this Dec. 25, 2020, file photo, released by Xinhua News Agency, packages of COVID-19 inactivated vaccine products are seen at a production plant of the Beijing Biological Products Institute Co., Ltd, a unit of state-owned Sinopharm in Beijing. China has given conditional approval to a coronavirus vaccine developed by state-owned Sinopharm. The vaccine is the first one approved for general use in China.(Zhang Yuwei/Xinhua via AP, File)

Jakarta, CNBC Indonesia- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tengah melakukan proses registrasi pada lima vaksin Covid-19. Kelimanya merupakan vaksin selain yang telah disetujui dalam pembelian oleh pemerintah.

"Ada juga beberapa vaksin yang sedang berproses dengan BPOM, tapi tidak ada dalam Permenkes yang dikaitkan dengan brand-brand yang disetujui untuk pembelian oleh pemerintah," kata Kepala BPOM Penny K Lukito dikutip dari detik.com, Kamis (8/4/2021).

Berikut 5 vaksin COVID-19 baru yang sedang berproses di BPOM:


1. AstraZeneca Produksi Eropa dan Thailand

Vaksin Corona AstraZeneca yang berasal dari dua side, yaitu Eropa yaitu di Jerman dan Thailand. Untuk vaksin yang berasal dari Eropa, data-datanya akan masuk dalam tahap finalisasi. Estimasi pemberian emergency use authorization (EUA) sekitar di minggu kedua April 2021.

Sedangkan untuk vaksin AstraZeneca side Thailand, sudah dalam tahap registrasi, rolling submission dan akan dilakukan inspeksi GMP oleh BPOM pada 19-22 April 2021. Untuk pemberian EUA diperkirakan pada bulan Mei 2021 mendatang.

2. Sinopharm

Vaksin Covid-19 asal produsen China, Sinopharm yang didaftarkan oleh PT Kimia Farma tengah dalam proses evaluasi. Hingga saat ini, BPOM masih menunggu data tambahan terkait efikasi, keamanan, dan mutu. Vaksin ini diestimasi akan mendapat EUA pada Mei 2021.

3. Sputnik V

Vaksin asal Rusia yang sempat menghebohkan, Sputnik V, didaftarkan oleh PT Pratapa Nirmala. Saat ini, prosesnya masih menunggu data tambahan terkait efikasi, keamanan, dan mutunya.

Penny mengatakan saat ini sudah sekitar 75% data terkait vaksin Sputnik V ini yang diterima BPOM. Terkait EUA, diperkirakan bisa diberikan pada akhir April 2021.

4. Covaxin

Vaksin Covid-19, Covaxin, termasuk yang baru memulai pendaftaran registrasi di BPOM. Vaksin ini diproduksi oleh Brahat Biotech International Limited, India, dengan platform inactivated virus.

Vaksin yang didaftarkan oleh PT Amarox ini masih menunggu kelengkapan data. Namun, dari hasil komunikasi yang telah dilakukan, data-data yang ada saat ini cukup lengkap dan baik, sehingga estimasi pemberian EUA bisa dilakukan pada Mei 2021.

5. Novavax

Vaksin terakhir yang saat ini tengah melakukan proses registrasi adalah vaksin Covid-19 Novavax dari Serum Institute of India dengan platform protein subunit. Saat ini, vaksin tersebut sudah berproses rolling submission dan diestimasi bisa mendapat EUA sekitar bulan Juni 2021.

"Saya kira, ini adalah harapan dari beberapa vaksin-vaksin lain yang sedang berproses yang tentunya menjadi harapan kita untuk melengkapi kebutuhan vaksin yang ada, di luar vaksin yang sudah ada di dalam daftar yang sudah dikeluarkan oleh Kemenkes," pungkas Penny.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading