Ini Dia 5 Mata Uang Crypto yang Gerogoti Emas Hingga Saham

Tech - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
13 April 2021 05:40
FILE PHOTO: Representations of the Ripple, Bitcoin, Etherum and Litecoin virtual currencies are seen on a PC motherboard in this illustration picture, February 13, 2018. Picture is taken February 13, 2018. REUTERS/Dado Ruvic/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Mata uang kripto kini semakin diperhitungkan sebagai aset investasi. Hal tersebut dimulai sejak tahun lalu setelah investor institusional mulai memasukkan bitcoin dalam portofolionya. Harga bitcoin CS menjadi melesat gila-gilaan, hingga terus mencetak rekor tertinggi sepanjang masa.

Investor kawakan, Paul Tudor Jones Dalam acara "Squawk Box" CNBC International pada bulan Mei lalu, Jones mengatakan bitcoin merupakan "spekulasi yang sangat bagus", dan ada sekitar 2% bitcoin dalam portofolio investasinya.

"Lebih dari 1% aset saya saat ini adalah bitcon, mungkin hampir 2%, dan itu terlihat sebagai angka yang tepat untuk saat ini," kata Jones sebagaimana dilansir CNBC International.


Bagi para pelaku pasar, investasi Jones di bitcoin menjadi sesuatu yang tidak biasa. Tetapi menurut Jones, bitcoin lebih baik ketimbang memang uang tunai, seperti dolar Amerika Serikat (AS).

"Jika anda memegang uang tunai, ada tahu bank sentral memiliki tujuan mendepresiasi nilai tukar sebesar 2% per tahun. Jadi pada dasarnya memegang uang tunai sama dengan membuat aset anda dengan percuma," katanya.

Penguatan mata uang kripto semakin tidak terbendung setelah perusahaan-perusahaan raksasa seperti Tesla hingga Visa juga berinvestasi di mata uang kripto. Ditambah lagi bank investasi papan atas yang memberikan layanan investasi ke mata uang kripto.

Dengan mulai masuknya mata uang kripto dalam portofolio investasi, tentunya porsi ke aset lainnya akan berkurang seandainya tidak ada penambahan modal. Hal tersebut membuat bitcoin CS perlahan mulai menggerogoti aset-aset lainnya, seperti emas hingga saham. Kapitalisasi pasar mata uang kripto pun terus menanjak.

Yang paling kentara yakni pasar emas yang terus digerogoti oleh bitcoin. Maklum saja, bitcoin digadang-gadang sebagai emas digital.

"Adopsi bitcoin oleh investor institusional baru saja dimulai, sementara emas sudah diadopsi sejak lama. Jika tesis tersebut benar, maka harga emas akan menderita akibat beralihnya aliran investasi dalam beberapa tahun ke depan," tulis ahli strategi dari bank JP Morgan sebagaimana dikutip Kitco pada Agustus tahun lalu.

Prediksi tersebut mulai terbukti, JP Morgan di awal bulan ini melaporkan pada periode Oktober 2020 hingga Maret 2021, terjadi capital outflow dari ETF emas sebesar US$ 20 miliar, sebaliknya terjadi capital inflow sebesar US$ 7 miliar ke bitcoin.

Fenomena berpindahnya investasi dari aset-aset konvensional ke bitcoin sudah terjadi, dan ke depannya kemungkinan bisa lebih besar lagi, khususnya dari emas. Penyebabnya, millennial lebih memilih bitcoin ketimbang emas.

Hasil survei deVere Group, perusahaan financial advisory independen dan fintech, terhadap 700 lebih millennial di berbagai negara, sebanyak 67% menyatakan mereka memilih bitcoin sebagai aset aman (safe haven) ketimbang emas.

Millennial akan menjadi kunci penting bagi masa depan bitcoin, sebab berdasarkan hasil survei DeVere, akan ada transfer kekayaan antar generasi yang besar. Berdasarkan estimasi, transfer kekayaan tersebut mencapai US$ 60 triliun dari generasi baby boomers ke millennial.

Artinya ketika transfer kekayaan itu terjadi, dengan preferensi millennial saat ini, maka pangsa pasar aset-aset investasi konvensional seperti emas dan saham akan tergerus. Kapitalisasi pasar bitcoin saat ini sudah terus menanjak, akibat harganya yang meroket sejak tahun lalu. Berdasarkan data Coin Market Cap, Kapitalisasi pasar bitcoin saat ini mencapai US$ 1,135 triliun.

Tidak hanya bitcoin, harga serta kapitalisasi pasar mata uang kripto lainnya juga ikut terkerek naik.

HALAMAN SELANJUTNYA >> 5 Mata Uang Kripto Terpopuler, Ada yang Menguat Ribuan Persen

5 Mata Uang Kripto Terpopuler, Ada yang Menguat Ribuan Persen
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading