Nah Lho! Vaksinasi Agak Mandek, Menkes: Pasokan Berkurang

Tech - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
05 April 2021 15:48
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin Saat Memberikan Keterangan Pers Para Menteri terkait Rapat Terbatas (Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dampak embargo vaksin oleh berbagai negara mulai terasa ke Indonesia. Pada bulan ini, pasokan ke tanah air mulai berkurang dan mempengaruhi laju kecepatan vaksinasi.

Hal ini diungkapkan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers, Senin (5/4/2021).

Budi menjelaskan, rencana ketersediaan vaksin secara total pada Maret dan April sebesar 30 juta dosis, di mana masing-masing 15 juta dosis. Hanya saja realisasinya adalah 20 juta dosis.


"Sehingga, laju vaksinasinya, mohon maaf seluruh temen-temen media sampaikan agak kita atur kembali sehingga kenaikan tidak secepat sebelumnya karena vaksinnya yang berkurang supply-nya," ungkap Budi.


Mantan Bos Bank Mandiri tersebut harus negosiasi kembali dengan produsen vaksin untuk mendapatkan jumlah yang lebih besar pada bulan depan.

"Kita sedang nego dengan negara produsen vaksin. Mudah-mudahan Mei kembali normal dan kita lakukan vaksinasi dengan rencananya sebelumnya," teganya.

Kekhawatiran akan pasokan vaksin sudah disampaikan Budi sejak beberapa waktu lalu pasca aksi beberapa negara yang berniat menahan produksi dan distribusi ke negara lain. Tidak cuma Indonesia, banyak negara lain juga alami perlambatan dalam vaksinasi.

Budi menyampaikan realisasi vaksinasi hingga kemarin sudah mencapai 25 juta sehingga Indonesia berada dalam urutan ke 8 dunia. "Kalau kita keluarkan negara yang produksi vaksin sendiri sehingga tidak ada masalah dari supply, kita nomor empat di dunia," kata Budi.


[Gambas:Video CNBC]

(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading