Temuan Malware Pada Aplikasi, Pengguna Android Terancam

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
01 April 2021 07:15
INFOGRAFIS, Waspada!, Malware Curi Data Kamu

Jakarta, CNBC Indonesia - Pengguna ponsel Android terancam. Sebab sejumlah aplikasi diketahui disusupi malware jahat dan siap mengambil alih perangkat mereka.

Aplikasi System Updates ditemukan perusahaan keamanan siber Zimperium disusupi malware. Temuan tersebut menyebutkan ponsel korban dapat dikontrol dan mengambil data dari sana, dikutip Tech Crunch, Kamis (1/4/2021).

Banyak data yang dapat dicuri, misalnya data kontak, detail perangkat, bookmark dan riwayat pencarian di browser. Pelaku juga dapat merekam panggilan, suara di sekitar mikrofon, mengakses pesan WhatsApp serta mengambil foto dri kamera ponsel.


Selain itu, kabarnya pelaku memiliki kemampuan untuk melacak lokasi korbannya, mencari file dokumen dan juga memperbanyak data dari clipboard perangkat.

Dalam laman resminya, Zimperium menuliskan sejumlah informasi data apa saja yang dicuri dari ponsel yang terinfeksi malware ini:

  1. Mencuri pesan dari instan messenger
  2. Memeriksa bookmark dan pencarian browser dari Google Chrome, Mozilla Firefox, dan Samsung Internet.
  3. Mencari files dengan ekstensi spesifik (termasuk yang berbentuk pdf, doc, docx, xls, dan xlsx).
  4. Memeriksa data clipboard
  5. Memeriksa konten pada notifikasi
  6. Merekam suara
  7. Merekam panggilan telepon
  8. Mengambil gambar baik dengan kamera depan dan belakang secara berkala
  9. Daftar aplikasi yang diinstal
  10. Mencuri gam,bar serta video
  11. Memonitor lokasi GPS
  12. Mencuri pesan SMS
  13. Mencuri kontak ponsel
  14. Mencuri log panggilan
  15. Memfilter informasi perangkat seperti aplikasi yang terinstal, nama perangkat, statistik penyimpanan
  16. Menyembunyikan kehadirannya dengan bersembunyi dalam ikon drawer atau menu perangkat.

Aplikasi System Updates juga dapat bersembunyi serta menghindar agar tidak tertangkap. Caranya dengan memperkecil penggunaan jaringan data ponsel.

Aplikasi itu berada di luar toko aplikasi resmi milik Google. Namun pihak Google tidak mau mengomentari saat ditanya cara perusahaan mencegah malware masuk ke Play Store.

Tahun lalu, aplikasi serupa juga dilaporkan oleh Tech Crunch. Bernama Kids Guard, aplikasi bertindak untuk memantau anak-anak namun ternyata menginfeksi perangkat korbannya.

Tapi belum diketahui siapa pelaku dan target yang disasar dengan kehadiran Kids Guard.

Meyakini bahwa masih ada aplikasi berbahaya lainnya, CEO Zimperium, Shridhar Mittal menyebutkan perusahaannya akan mencari secepat mungkin.

"Saya pikir banyak waktu dan upaya dihabiskan membuat aplikasi ini. Kami percaya masih ada aplikasi lain di luar sana dan kami berusaha sebaik mungkin untuk mencari mereka secepat mungkin," kata Shridhar.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading