India Dikabarkan Blokir Ekspor Vaksin Covid-19, Ada Apa?

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
26 March 2021 10:39
Dokter memperagakan proses vaksinasi saat simulasi pemberian vaksin di Puskesmas Depok, Jawa Barat, Kamis (22/10). Pemerintah Kota Depok akan menggelar simulasi pemberian vaksin corona. Pemberian vaksin idealnya sebanyak 60 persen dari jumlah penduduk Kota Depok. Adapun yang hadir bukanlah warga sungguhan yang hendak divaksin. Hanya perwakilan dari Pemkot Depok saja. Terdapat sejumlah tahapan alur yang akan diterapkan Pemerintah Kota Depok dalam pemberian vaksin. Orang yang masuk dalam kriteria mendapat vaksin akan diundang untuk datang ke puskesmas. Nantinya mereka duduk di ruang tunggu dengan penerapan protokol kesehatan. Mereka kemudian menunggu giliran dipanggil petugas. Setelah itu masuk ke ruangan untuk disuntik vaksin. Orang yang telah divaksin akan diregistrasi petugas guna memantau perkembangannya secara berkala.  (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - India dikabarkan akan berfokus pada program vaksinasi dalam negeri. Rencana itu kemungkinan akan berimbas terganggunya pasokan vaksin yang dikirimkan ke negara lain, sebab India menghentikan sementara ekspor vaksinnya.

Diketahui India lewat pabrikan vaksin terbesarnya, Serum Institute of India telah memasok jutaan dosis vaksin AstraZeneca ke seluruh dunia.

Selain itu pembuat vaksin juga bekerja sama dengan gerakan Covax dari PBB untuk menyediakan vaksin pada negara-negara miskin. Organisasi kesehatan global yang terlibat dalam Covax, Gavi menyatakan Serum Institute of India telah dikontrak memasok untuk lebih 60 negara berpenghasilan rendah. Covax diharapkan bisa menambahkan 40 juga dosis pada Maret dan 50 juta dosis untuk April.


Sampai saat ini, India telah mengekspor lebih dari 60 juta dosis untuk 77 negara. Sebagian besar dari Serum Institute gabungan untuk donasi, komersial dan inisiatif Covax.

Ekspor itu termasuk 5 juta dosis untuk Inggris, 4 juta dosis dikirim ke Brasil, 7 juta untuk Moroko dan 3 juta dosis untuk Arab Saudi. Semuanya dilakukan bagian dari komersial pada Januari dan Februari.

Untuk permasalahan ini, AstraZeneca belum merespon permintaan berkomentar. Sejauh ini pemerintah India belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai ekspor vaksin, sedangkan juru bicara kementerian luar negeri India menolak untuk berkomentar begitu juga juru bicara kementerian kesehatan dan kesejahteraan keluarga India, dikutip The Wall Street Journal, Jumat (26/3/2021).

Namun menurut seorang pejabat pemerintah India menyebutkan ekspor vaksin bisa ditangguhkan atau ditunda hingga akhir April. Penyebabnya adalah lonjakan kasus Covid-19 serta perluasan program vaksin.

Dia juga mengatakan ekspor dapat kembali dibuka lebih cepat tergantung dari ketersediaan vaksin.

Hari Selasa lalu, India memperluas program vaksinasi pada masyarakat di atas 45 tahun. Sebelumnya vaksinasi hanya dilakukan untuk tenaga kesehatan yang berusia di atas 60 tahun dan di atas 45 tahun dengan komorbid.

Per Kamis lalu, vaksinasi di India telah mencapai 53 juta orang dan sekarang sudah menyuntikkan dua hingga tiga juta orang perharinya. India menargetkan bisa melakukan suntikan pada 300 juta orang pada Agustus mendatang.

Pejabat India juga mengatakan fasilitas produksi baru di Bharat Biotech di selatan kota Bangalore diharapkan bisa mulai bekerja akhir April atau awal Mei mendatang. Dengan begitu akan mengurangi tekanan pada pasokan sejumlah vaksin seperti Sputnik V, Johnson&Johnson, serta vaksin buatan perusahaan farmasi India bernama Zydus Cadilla.

Vaksin diharapkan bisa diproduksi dan didistribusikan pada Mei mendatang untuk India. Pejabat tersebut menyatakan setelah itu ekspor akan ditingkatkan kembali.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading