Anak Muda Mau Disuntik Vaksin Covid Duluan, Ini Syaratnya!

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
26 March 2021 10:09
Warga lansia memeriksa kesehatan sebelum menerima vaksinasi Covi-19 di Sentra Vaksinasi Bersama COVID-19 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (10/3/2021). Kementerian BUMN menggelar Sentra Vaksinasi Bersama COVID-19 bagi lansia untuk mendorong percepatan program vaksinasi nasional demi mencapai target satu juta vaksin per bulan. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin akan merestui anak muda untuk disuntik vaksin Covid-19 lebih dulu asal membawa dua orang lansia (lanjut usia).

Hal ini diungkapkan Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers virtual peresmian program Sentra Vaksinasi Indonesia Bangkit, seperti dikutip Jumat (26/3/2021).

"Saya akan segera mengeluarkan kebijakan satu orang muda relawan boleh disuntik asal bawa dua orang lansia. Karena orang tua juga diajaknya susah," kata mantan Wakil Menteri BUMN ini.


Lansia masuk ke dalam program vaksinasi gelombang kedua yang telah dimulai Februari lalu. Selain lansia, pemerintah juga menyasar masyarakat yang bekerja pada pelayanan publik.

Golongan lansia menjadi pihak paling rentan terkena Covid-19 selain tenaga kesehatan. Masyarakat berusia lanjut ini punya risiko meninggal yang sangat tinggi berbeda dengan orang-orang yang masih berusia muda.

Budi Gunadi Sadikin mengingatkan agar mereka yang sudah divaksinasi tetap menerapkan protokol kesehatan dengan menjaga jarak, menggunakan masker, dan rajin mencuci tangan. Pasalnya, antibodi baru akan terbentuk optimal 28 hari setelah suntikan kedua.

Sebelumnya Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan mereka yang sudah disuntik vaksin Covid-19 bukan berarti tidak akan tertular Covid-19. Mereka masih punya potensi terinfeksi virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan China ini.

"Vaksin tidak menyebabkan kita tidak tertular Covid-19, tetapi vaksin ini membentengi kita kalau kita tertular covid-19 kita menjadi tidak sakit, atau yang kita sebut kita gejalanya ringan atau orang tanpa gejala," ujarnya dalam diskusi virtual di Jakarta, Senin (15/3/2021).

"Jadi vaksinasi ini kita tahu menurunkan risiko untuk menjadi sakit, tetapi dia tidak melindungi kita dari penularan virus Covid-19."
Siti Nadia Tarmizi menambahkan vaksin yang masuk ke dalam tubuh bekerja memunculkan antibodi dan antibodi baru bekerja bila virus masuk ke dalam tubuh. Hal inilah yang disebut vaksin mencegah tubuh menjadi sakit, dan walaupun sakit tidak membuat akan parah.

"Artinya sesudah vaksin di masa pendemi ini kita tetap harus melakukan protokol kesehatan, kenapa? Karena pandemi adalah kondisi perang lawan Covid-19. Saat ini virusnya sangat banyak yang mengintai, kapan pun kita lengah langsung bisa menyerang kita. Ketika kita diserang tubuh kita sudah punya bala tentara pertahanan, yaitu antibodi yang kita dapatkan pada saat vaksinasi," terangnya.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading