Menkes Budi Bicara Soal Kekhawatiran di Vaksinasi Covid

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
25 March 2021 14:29
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin saat Konferensi Pers Perpanjangan dan Perluasan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro. (Tangkapan Layar)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menyebutkan langkah percepatan vaksinasi yang dilakukan disesuaikan dengan ketersediaan vaksin. Misalnya pada bulan Maret-April dengan 15 juta vaksin diharapkan setiap hari ada 500 ribu suntikan vaksin.

"Saya agak takut juga nih, kalau bulan April masih naik terus nanti rata-rata nya bisa lewat, protes lagi orang. Pace Maret-April 500 ribu," kata Budi dalam Digital Press Conference Peresmian Program Sentra Vaksinasi Indonesia Bangkit, Kamis (25/3/2021).

Jumlah target itu naik pada saat bulan Januari-Februari. Saat itu vaksin yang tersedia hanya 3 juta dosis dan ditargetkan 100 ribu orang disuntik per hari. Namun ternyata vaksinasi yang awalnya ditargetkan berlangsung enam minggu berakhir pada minggu ke-lima.


Target itu juga akan naik pada angka 800-900 ribu per hari di bulan Mei dan Juni. Karena pada dua bulan tersebut Indonesia akan memiliki masing-masing 25 juta dosis.

"Sesudah bulan Juli 40-an juta sampai 50-an juta baru (jumlah) suntikannya besar," kata dia.

Selama enam bulan pertama tahun 2021, baru ada 25 persen pasokan vaksin. Sisanya akan tersedia di paruh kedua tahun ini.

Dengan jumlah yang menumpuk banyak nantinya, maka penyuntikan vaksin pun akan jauh lebih cepat dari yang terjadi sekarang. Saat acara tersebut dia mengingatkan untuk semua pihak bisa melakukan pemanasan dan pelatihan vaksinasi saat ini dan setelah Juli melakukannya lebih cepat lagi.

"Karena masuk Juli harus nyuntiknya tiga kali lebih cepat dari yang sekarang. Teman-teman di Depok cuma punya waktu enam bulan untuk bersin 75% populasinya. Itu disiapkan sekarang," jelas Budi.

Budi menjelaskan masalah vaksinasi bukanlah dari penyuntikan. Namun ketersediaan vaksin yang membuat negara-negara di dunia berebut.

"Bukan masalah penyuntikan, masalah produksi vaksin hanya lima negara produksi vaksin AS, China, Rusia, Inggris dan India. Di luar negara itu rebutan," ungkapnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Apakah Vaksin Covid-19 Bisa Disuntikkan ke Anak-anak?


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading