Uji Klinis AS: Vaksin AstraZeneca Efektif 79% Lawan Covid-19

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
22 March 2021 18:30
Britain's Prime Minister Boris Johnson receives the first dose of the AstraZeneca vaccine administered by nurse and Clinical Pod Lead, Lily Harrington at St. Thomas' Hospital in London, Friday, March 19, 2021. Johnson is one of several politicians across Europe, including French Prime Minister Jean Castex, getting a shot of the AstraZeneca vaccine on Friday. (AP Photo/Frank Augstein, Pool)

Jakarta, CNBC Indonesia - Efikasi dari vaksin AstraZeneca pada laporan pengujian fase III di AS menghasilkan angka 79%. Angka ini jauh di bawah efikasi pada vaksin lainnya yakni Moderna dan Pfizer-BioNTech.

Untuk vaksin Moderna, efikasi nya menghasilkan lebih dari 94% untuk melawan Covid-19. Sementara pada Pfizer-BioNTech sedikit lebih besar yakni 95%.

Ini merupakan hasil fase III yang dipublikasikan dan menggunakan partisipan berjumlah 32.449 orang, dikutip CNBC Internasional, Senin (22/3/2021).


Pihak AstraZeneca menyebutkan akan terus melakukan analis data dan menyiapkan analis utama untuk dikirimkan pada otoritas obat dan makanan atau FDA AS. Ini dilakukan agar vaksin mengantongi emergency use authorization dalam beberapa minggu ke depan.

Hasil ini datang tak lama setelah temuan pembekuan darah setelah penyuntikan menggunakan vaksin AstraZeneca ditemukan di sejumlah negara. Namun akhirnya mereka kembali mengumumkan tetap menggunakan AstraZeneca.

Beberapa diantara negara yang melakukan hal tersebut adalah Jerman, Perancis, Italia dan Spanyol. Keempat negara terus menggunakan vaksin itu setelah regulator obat Eropa melakukan investigasi awal dan menyebutkan suntikan vaksin aman dan efektif.

WHO juga mengajak negara-negara untuk menggunakan AstraZeneca pada program vaksinasinya. Indonesia juga menyebutkan terus menggunakan vaksin tersebut.

Diketahui vaksin AstraZeneca telah diterima Indonesia dari jalur multilateral fasilitas Covax pada Senin (8/3/2021) kemarin. Vaksin tersebut merupakan produksi Korea Selatan berjumlah sekitar 1,1 juta dosis.

Kepala Badan POM, Penny Lukito mengatakan pemeriksaan keamanan vaksin sudah selesai dan siap digunakan. "Sudah selesai. Kemarin sudah dirilis bahwa sudah bisa digunakan. Tentunya dengan kehati-hatian karena kemarin ada indikasi beberapa. Ada kausalnya dari vaksin AstraZeneca tersebut," ungkapnya.

Penggunaan vaksin AstraZeneca di Indonesia juga sempat dikaji lebih dulu setelah ada laporan pembekuan darah terjadi di Eropa. Namun Penny juga meluruskan vaksin AstraZeneca yang diterima di Indonesia berbeda batch dari yang digunakan di Eropa.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading