Hebatnya Negara Ini, Driver Ojol Jadi Karyawan Bergaji Tetap

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
17 March 2021 16:36
Striking taxi drivers protest outside IFEMA fairgrounds during a taxi strike against regulation of ride-hailing and car-sharing services such as Uber and Cabify in Madrid, Spain, January 24, 2019. REUTERS/Susana Vera

Jakarta, CNBC Indonesia - Empat negara telah memaksa aplikator ride-hailing seperti Uber Technologies menjadikan mitra driver ojol menjadi karyawan. Ini jelas sebagai terobosan sebab mitra yang terkadang disebut wirausaha itu akhirnya punya gaji minimum.

Terbaru adalah pengadilan Inggris yang memerintahkan Uber untuk mengangkat lebih dari 70 ribu drivernya jadi karyawan perusahaan. Selain itu ada juga Amerika Serikat, Spanyol dan Italia yang melakukan hal yang sama.

Berikut cara keempat negara itu untuk memaksa Uber Cs membuat mitranya menjadi karyawannya, dirangkum CNBC Indonesia, Rabu (17/3/2021).


Inggris

Uber Technologies di Inggris baru saja kedatangan 70 ribu karyawan baru yang sebenarnya adalah driver aplikasi tersebut. Selanjutnya mereka akan mendapatkan tunjangan, gaji umum, gaji liburan dan dana pensiun.

Ini tak lama setelah adanya keputusan dar pengadilan tinggi setempat. Dengan kebijakan itu, Uber menyatakan pengemudi bisa merencanakan masa depan serta mempertahankan fleksibilitasnya, seperti dikutip dari AFP, Rabu (17/3/2021).

Amerika Serikat

Keputusan Inggris itu mengikuti yang dilakuakn pengadilan tinggi California. Januari lalu sejumlah pengemudi dan pengantar makanan dalam layanan aplikasi meminta untuk menggagalkan undang-undang ketenagakerjaan yang disebut Proporsisi 22.

Sebagai informasi Proporsisi 22 membuat pengemudi menjadi kontraktor independen. Namun mereka akan mendapat tunjangan upah minimum, kontribusi biaya kesehatan dan asuransi lainnya.

Spanyol

Hal yang sama juga terjadi di Spanyol. Negara itu menginginkan mitra yang bekerja di layanan pengiriman makanan seperti Deliveroo dan Uber Eats digaji sebagai staf. Keputusan itu dilakukan setelah adanya keluhan atas kondisi kerja para pengantar makanan di layanan on-demand negara tersebut.

Italia

Bulan lalu, Italia juga menyebutkan para kurir sebagai karyawan bukan pekerja independen. Otoritas setempat juga mendenda perusahan tersebut sebesar 733 juta euro karena dianggap melanggar aturan untuk keselamatan kerja.

Keputusan itu berlaku bagi pekerja tahun 2017 hingga 2020 yang berjumlah lebih dari 60 ribu di sejumlah aplikator. Mereka harus mendapatkan kontrak dan mendapatkan gaji tetap.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Gak Pakai Dukun! Driver Ojol Ini Hasilkan Rp 230 Juta Semalam


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading