Merger Selangkah Lagi, Ini Respons Tokopedia dan Gojek

Tech - Yuni Astutik & Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
09 March 2021 17:47
Gojek (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia- Rencana merger Gojek dan Tokopedia dikabarkan telah mencapai babak baru, yakni penandatanganan perjanjian jual beli saham bersyarat (conditional sales purchase agreement/CSPA).

Berdasarkan informasi yang beredar di kalangan pelaku pasar, dalam perjanjian tersebut secara keseluruhan pemegang saham Gojek akan memiliki porsi lebih besar dibandingkan pemegang saham Tokopedia. Hal ini disebabkan karena valuasi dari Gojek yang lebih lebih besar.

 Komposisinya 60% sahamnya dipegang oleh investor Gojek dan 40% oleh investor Tokopedia. Namun, sebagian pemegang saham di kedua unicorn ini sebenarnya adalah entitas yang sama, seperti Temasek Singapura, Sequoia Capital, dan Google.


Para pelaku pasar juga mempermasalahkan dimana entitas baru -hasil merger Gojek dan Tokopedia- akan menggelar penawaran saham perdana alias IPO. Ada kekhawatiran bahwa Bursa Efek Indonesia (BEI) belum bisa menjadi tempat untuk listing karena nilai IPO cukup besar.

Bloomberg News pernah mengabarkan dengan merger antara Gojek dan Tokopedia tinggal selangkah lagi dan tinggal menyelesaikan persyaratan untuk merger.

Bloomberg menulis, kedua perusahaan sedang mendiskusikan berbagai skenario dengan tujuan akhir mencatatkan saham perdana perusahaan gabungan ini atau initial public offering (IPO) di bursa saham saham Amerika Serikat (AS) dan Indonesia.

Gabungan kedua perusahaan ini akan menciptakan perusahaan raksasa internet Indonesia yang menguasai sektor ride-hailing, pembayaran digital, belanja online dan pengiriman.

Salah satu sumber dalam artikel tersebut membisikkan, setelah merger valuasi perusahaan gabungan ini akan mencapai US$35 miliar hingga US$40 miliar. Menurut CB Insights saat ini valuasi Gojek mencapai US$10 miliar dan Tokopedia US$7 miliar.

Terkait dengan informasi mengenai CSPA antara Gojek dan Tokopedia, VP of Corporate Communications Tokopedia Nuraini Razak mengatakan pihaknya tidak bisa menanggapi spekulasi yang ada di pasar.

"Berkaitan dengan pertanyaan tersebut, mohon maaf. Kami tidak dapat menanggapi spekulasi yang ada di pasar," kata Nuraini ketika dikonfirmasi CNBC Indonesia, Selasa (09/03/2021).

Sementara itu, Nila Marita Chief of Corporate Affairs Gojek memilih untuk tidak berkomentar mengenai informasi tersebut.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading