Kronologi Warga Hong Kong Sakit Parah Usai Divaksin Sinovac

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
08 March 2021 12:05
Sejumlah tenaga medis mengikuti proses vaksinasi Covid-19 di Istora Senayan, Kamis, 4 Februari 2021. Ribuan tenaga kesehatan akan menerima vaksinasi covid-19 tahap pertama di Istora Senayan, Jakarta. Vaksinasi massal ini digelar mulai pukul 08.00-16.00 WIB. Vaksinasi dilakukan secara teratur dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Peserta terpilih yang telah mendapatkan email konfirmasi, nantinya akan diberitahukan tempat dan jam kehadiran. Vaksinasi massal ini diperuntukan bagi tenaga kesehatan yang belum mendapatkan vaksin. Dalam vaksinasi massal ini, Pemprov menargetkan untuk menyuntik 6.000 tenaga kesehatan. Vaksinasi ini untuk penyuntikan dosis pertama Sinovac. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Kesehatan Hong Kong mengumumkan tujuh warganya menderita sakit setelah menerima suntikan vaksin Covid-19 dari Sinovac Biotech bernama CoronaVac, termasuk dua diantaranya sakit parah.

Seorang pria berusia 80 tahun berada dalam kondisi kritis setelah menerima vaksin di sebuah pusat kesehatan di Tin Shui Wai pada Senin pekan lalu. Setelah merasa tidak enak badan, dia mencari perawatan medis di Caritas Medical Center di Sham Shui Po, dan pada Sabtu lalu dipindahkan ke unit perawatan intensif.

Lainnya wanita 72 tahun yang memiliki riwayat berbagi penyakit termasuk diabetes, merasa tidak nyaman setelah menerima suntikan vaksin di sebuah pusat kesehatan di Tseung Kwan O.


Dia melewatkan dua dosis obat insulinnya setelah merasa lemah dan mendapati kesehatannya memburuk pada minggu pagi. Ia dirawat di unit perawatan insentif di Rumah Sakit Prince of Wales di Sha Tin dan ditemukan telah mengembangkan penyakit diabetes serius.

Kini masalah kasus tersebut di rujuk ke komite ahli untuk melakukan penilaian terhadap masalah ini sesegera mungkin, melansir South China Morning Post, Senin (8/3/2021).

Dr Lau Ka-hin, dari Otoritas Rumah Sakit mengkonfirmasi akan adanya reaksi merugikan setelah disuntikkan vaksin Sinovac.

Menulis di blognya pada hari Minggu, Sekretaris Utama Matthew Cheung Kin-chung mengatakan pemerintah akan secara teratur memperbarui informasi tentang vaksin secara terbuka, transparan dan bertanggung jawab, dan akan memantau program inokulasi untuk mengatasi masalah publik.

"Saya memahami bahwa beberapa orang mungkin khawatir karena kejadian seperti itu, tetapi kita harus selalu melihat keamanan vaksin berdasarkan bukti ilmiah. Kami mempercayai pendapat para ahli dan menyambut anggota masyarakat umum untuk mengungkapkan keraguan mereka, "kata Cheung.

"Karena pasokan global untuk vaksin tetap ketat, pemerintah berkomitmen untuk menyediakan kepada masyarakat vaksin yang memenuhi persyaratan dalam hal keamanan, kemanjuran dan kualitas," lanjutnya.

Ia menambahkan Pemerintah Hong Kong juga akan secara ketat mematuhi prosedur dalam menyetujui vaksin untuk penggunaan darurat.

Hong Kong menerbitkan izin pengguna vaksin Sinovac untuk vaksinasi pada akhir Februari 2021. Sekitar 83.400 penduduk Hong Kong telah menerima dosis pertama vaksin pada 22 Februari hingga 6 Maret.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading