Riset! Vaksin Sinovac Tak Ampuh Lawan Mutasi Corona Brasil

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
05 March 2021 20:29
Samples of Sinovac vaccine are displayed at Suvarnabhumi airport in Bangkok, Thailand, Wednesday, Feb. 24, 2021, aheads of the arrival of first shipments of 200,000 doses of the Sinovac vaccine and 117,000 doses of the AstraZeneca vaccine on Feb. 24. (AP Photo/Sakchai Lalit)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dengan keberadaan sejumlah varian virus baru, keefektifan vaksin yang beredar pun dipertanyakan. Baru-baru ini sebuah studi berusaha menjawab pertanyaan itu dan menunjukkan vaksin Sinovac tidak ampuh pada varian virus yang ditemukan di Brazil.

Penelitian ini dilakukan oleh tim yang terdiri dari Universitas Sao Paulo, Fakultas Kedokteran Universitas Washington dan sejumlah institusi lainnya dan menyimpulkan vaksin tidak merespons untuk varian baru tersebut. Mereka mengambil sampel plasma dari delapan orang yang telah disuntik vaksin Coronavac dari Sinovac.

Varian baru corona Brasil diberi nama P.1. Varian ini menjadi penyebab melonjaknya pasien Covid-19 di wilayah Amazon. Mutasi ini disebut-sebut dua kali lebih menular dari mutasi sebelumnya.


Menurut hasil penelitian vaksin tersebut gagal untuk menetralkan varian pada lini P.1 atau 20J/501Y.V3. "Hasil menunjukkan virus P1 berhasil kabur dari antibodi penetral yang diinduksi oleh Coronavac," kata tim peneliti dikutip Reuters, Jumat (5/3/2021).

Studi juga menunjukkan individu yang telah divaksin dapat terkena infeksi lain. Selain itu perlindungan dari CoronaVac untuk melawan Covid-19 mungkin mengindikasikan mekanisme lain pada sistem imun lain di luar antibodi untuk mengurangi keparahan penyakit.

Seorang juru bicara Sinovac tidak bisa dihubungi untuk berkomentar soal penelitian tersebut. Namun kepala eksekutif perusahaan, Yin Weidong pernah mengatakan pihaknya dapat menggunakan kapasitas penelitian dan manufaktur untuk mengembangkan vaksin baru yang melawan varian lain jika diperlakukan.

Dia juga membicarakan soal lamanya proses pengembangan vaksin. Menurutnya butuh waktu lebih sedikit dari yang dibutuhkan untuk mengembangkan Coronavac.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading