Jokowi Benci E-commerce Asing, #SyopiBunuhUMKM Menggema

Tech - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
05 March 2021 11:20
(Ilustrasi : Freepik.com)

Jakarta, CNBC Indonesia- Hashtag #SyopiBunuhUMKM menggema di dunia maya setelah Presiden Joko Widodo melontarkan pernyataan mengejutkan dengan menggaungkan ajakan benci produk asing.

Hingga pukul 10.45 WIB ada hampir 6 ribu tweet yang diposting oleh netizen dengan hashtag #SyopiBunuhUMKM.

Salah seorang netizen memposting bahwa admin sebuah e-commerce mendorong orang untuk membeli barang asing dari luar negeri.


Meski demikian, ada juga netizen yang membela karena fenomena ini terjadi di e-commerce lain.

Sebelumnya Jokowi menggaungkan untuk mencintai produk dalam negeri dan membenci produk asing.

"Produk-produk dalam negeri gaungkan, gaungkan juga benci produk-produk dari luar negeri, bukan hanya cinta tapi benci. Cintai barang kita, benci produk dari luar negeri sehingga betul-betul masyarakat kita menjadi konsumen yang loyal sekali lagi untuk produk-produk Indonesia," katanya dalam konferensi pers, Kamis (4/3/2021).

Pernyataan ini membuah heboh di Indonesia dan bahkan menjadi perhatian internasional. Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi pun harus turun tangan untuk menjelaskan alasan Presiden Jokowi dalam menggaungkan benci produk asing.

Menurut Lutfi, kebencian Presiden tertuju pada e-commerce atau toko online asing yang menjual produk impor secara tidak sehat dan membunuh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.

"Perlu diluruskan ada background (latar belakang) yang menyertai pernyataan Pak Presiden. Laporan saya ke beliau tentang laporan praktik yang tak sesuai di perdagangan e-commerce. Praktik e-commerce yang mendunia, praktik ilegal perdagangan predatory pricing, jadi harga yang membunuh kompetisi," tutur dia dalam pernyataan Menteri Perdagangan yang disampaikan secara virtual, dikutip Jumat (5/3/2021).

Dia mengatakan bahwa e-commerce yang dimaksud adalah perusahaan internasional asing, bukan perusahaan asli Indonesia. E-commerce asing ini, menurut Lutfi, menjual barang-barang hasil meniru produksi UMKM dalam negeri. Mereka juga mempelajari apa yang disukai oleh masyarakat Indonesia.

"Ada sebuah tulisan yang dikeluarkan lembaga internasional dunia tentang cerita bagaimana hancurnya kegiatan UMKM terutama di fashion Islam yang terjadi di Indonesia. Pada 2016-2018, sebuah industri rumah tangga mempunyai kemajuan yang luar biasa menjual hijab dan industri tersebut mempekerjakan 3.400 pekerja yang ongkosnya lebih dari US$ 650 ribu dollar/tahun," kata Lutfi.

Sekitar sebulan lalu jagad maya ramai akan fenomena 'Mr Hu' yang diduga merupakan penjual dari China yang produknya laris manis di marketplace. Fenomena 'Mr Hu' muncul di media sosial, salah satunya Twitter. 'Mr Hu' diduga merupakan seller dari China yang menjual berbagai produk yang kelewat murah di Indonesia. Hal ini dikhawatirkan bakal membunuh para UMKM.

Maka dari itu, netizen di sosial media pun riuh. Mereka mencuitkan tagar #SellerAsingBunuhUMKM hingga #ShopeeBunuhUMKM.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading