Facebook Setuju Bayar Pengguna Rp 9,3 Triliun, Kenapa?

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
01 March 2021 14:28
FILE PHOTO: A figurine is seen in front of the Facebook logo in this illustration taken, March 20, 2018. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Facebook setuju untuk membayar 1,6 juta pengguna di Amerika Serikat (AS) sebesar Rp 650 juta atau setara Rp 9,3 triliun untuk menyelesaikan gugatan class action tentang privasi pengguna dalam Biometric.

Gugatan itu menuding Facebook melanggar Undang-undang Privasi Informasi Biometric Illinois mengenai mengumpulkan dan menyimpan pemindaian digital dari wajah pengguna tanpa adanya pemberitahuan atau persetujuan.

"Dalam ukuran apapun, penyelesaian US$650 juta pada gugatan action class privasi biometrik merupakan hasil yang luar biasa," kata Hakim Pengadilan Disktik AS, James Donato dikutip Variety, Senin (1/3/2021).


Menurutnya ini jadi kemenangan bagi konsumen pada area privasi digital. Sementara Facebook mengungkapkan Kegembiraan telah menyelesaikan gugatan itu.
Walaupun begitu, Facebook membantah seluruh tudingan dalam gugatan action class yang ditunjukkan untuk perusahaan.

"Kami senang telah mencapai kesepakatan jadi kami bisa mengatakan masalah, yang merupakan kepentingan terbaik bagi komunitas dan pemegang saham kami," ungkap pihak Facebook.

Selain itu Facebook juga akan menetapkan aturan untuk pengenalan wajah menjadi non aktif. Perusahaan akan menghapus seluruh templates wajah baik yang sudah ada dan disimpan, kecuali Facebook mendapatkan persetujuan setelah menginformasikan penggunaan templates wajah itu.

Facebook juga akan menghapus seluruh wajah dari anggota yang tidak memiliki aktivitas pada media sosial itu selama tiga tahun.

Proses pengadilan berjalan cukup lama yang dimulai dari 2015. Pada Januari 2020, Facebook setuju membayar US$550 juta atau Rp 7,8 triliun namun akhirnya sepakat meningkatkan menjadi US$650 juta atas permintaan Hakim.

Pengguna Facebook punya batas waktu untuk mengajukan formulir klaim pada 23 November 2020 lalu. Pada perintah persetujuan, pengadilan memberikan US$97,5 juta (Rp1,3 triliun) pada biaya pengacara dan US$915.454,37 atau Rp3,1 miliar) untuk biaya tiga perusahaan konsultan.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading