Kapan Hasil Tes Antigen Masuk Data Harian Penanganan Covid?

Tech - Novina Putri Bestari & Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
17 February 2021 16:22
Rapid Test Antigen (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah akan memasukkan hasil swab test antigen pada laporan harian Covid-19. Sistem untuk hasil tes tersebut telah disiapkan dan selesai dalam minggu ini.

"Oleh karena itu, sistem kita sudah disiapkan, sedang dites. Kami harapkan di minggu ini sudah selesai. Sehingga hasil dari antigen sudah bisa dimasukkan ke laporan harian," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan pers secara online, Rabu (17/2/2021).

Dia mengatakan, memang pada aplikasi awal, data harian hanya bisa menampung untuk tes usap PCR. Namun, dengan keputusan Menteri Kesehatan yang baru, antigen siap untuk masuk dalam data tersebut.

Pada minggu lalu, Kemenkes mengumumkan akan melakukan tes secara masif menggunakan swab test antigen. Dengan pemeriksaan tersebut diyakini dapat mempengaruhi jumlah kasus Covid-19.

Hal ini juga diingatkan oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes Siti Nadia Tarmizi.



"Kami ingin menyampaikan lebih awal agar masyarakat memahami mengapa penambahan kasus terjadi saat kita melakukan akselerasi testing, dengan memperbanyak tes epidemiologi kita akan semakin banyak menangkap kasus positif yang tidak ada gejala sama sekali. Masyarakat diharapkan menyikapi dengan baik artinya meningkatkan kewaspadaan dan disiplin protokol kesehatan," jelas Nadia.

Pemeriksaan tersebut dilakukan pada daerah dengan keterbatasan akses laboratorium RT-PCR. Selain itu juga tes yang sama akan dilakukan pada 98 kabupaten/kota yang menerapkan PPKM dengan jumlah kasus tinggi.

Dia juga mengatakan jika tes antigen ini dilakukan secara gratis. Sebab pemeriksaan dilakukan bukan untuk masyarakat yang melakukan perjalanan. Nadia mengatakan pelaku perjalanan tetap harus melakukan tes secara mandiri.

Dengan tes antigen ini, dia mengatakan akan ada peningkatan kasus tanpa gejala serta gejala ringan. Ini dapat membuat mempercepat penanganan pandemi di Indonesia.

"Kalau bisa deteksi lebih dini, isolasi dini sebenarnya RS tidak terlalu berat untuk menangani kasus berat tapi tetap diantisipasi 30%-40% terjadi peningkatan kasus dan ini akan banyak kasus OTG atau gejala ringan jadi penguatan isolasi mandiri atau terpusat," ujarnya.



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading