Internasional

Geger! Kim Jong Un Mau 'Curi' Ramuan Vaksin Corona Pfizer?

Tech - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
17 February 2021 09:20
A man watches a TV screen showing a footage of North Korean leader Kim Jong Un, at the Seoul Railway Station in Seoul, South Korea, Monday, Jan. 11, 2021. A part of letters read

Jakarta, CNBC Indonesia - Kabar mengejutkan datang dari intelijen Korea Selatan (Korsel). Korea Utara (Korut) yang dipimpin Kim Jong Un dilaporkan mencoba membobol sistem komputer raksasa farmasi Pfizer, untuk mencari informasi tentang vaksin virus corona (Covid-19) dan teknologi pengobatan infeksi virus itu.

Mengutip AFP, ini terkuak dari pernyataan anggota parlemen Korsel Ha Tae-keung.  Ia mengatakan bahwa intelijen Korsel memberi tahu bahwa Korut mencoba mendapatkan teknologi dengan menggunakan hacker.


Vaksin virus corona dari perusahaan AS Pfizer dikembangkan bersama dengan BioNTech Jerman. Vaksin ini sudah mendapat persetujuan global termasuk dari Organiisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Persetujuan ini didasarkan pada teknologi yang menggunakan versi sintetis dari molekul yang disebut "messenger RNA" untuk masuk ke dalam sel manusia. Hal tersebut secara efektif mengubah perusahaan menjadi "pabrik" pembuat vaksin.

Sementara itu, pemimpin Korut Kim Jong Un telah berulang kali menegaskan bahwa negara tersebut tidak memiliki kasus virus corona karena mereka menetapkan isolasi yang ketat. Meskipun demikian, para ahli dari luar meragukan pernyataan itu.

Sebelumnya, Korut juga dituding telah mengoperasikan banyak pasukan peretas terlatih untuk menyerang sejumlah perusahaan, institusi, dan peneliti baik. Bukan cuma di Korsel, hacker Korut disebut juga beraksi di sejumlah negara.

Minggu lalu sebuah laporan rahasia PBB yang dilihat oleh AFP mengatakan bahwa Korut telah mencuri lebih dari US$ 300 juta (Rp 4,2 triliun) cryptocurrency (uang kripto) dengan hacker dalam beberapa bulan terakhir. Ini guna mendukung program senjata nuklirnya.

Tak hanya uang cripto, Korut juga pernah dituduh melakukan pencurian besar-besaran senilai US$ 81 juta (Rp 1,1 triliun) dari Bank Sentral Bangladesh. Negeri itu juga dituduh mencurian US$ 60 juta (Rp 840 miliar) dari Far East International Bank Taiwan.

Meski begitu terus Pyongyang membantah keras. Negeri Pertapa menegaskan tidak ada hubungannya dengan serangan dunia maya.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading