'Concorde' Siap 'Bangkit dari Kubur', New York-London 4,5 Jam

Tech - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
11 February 2021 18:30
Pesawat Sipil Supersonik (arionsupersonic.com)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah perusahaan dirgantara asal Amerika Serikat (AS), Aerion, merilis desain awal pesawat penumpang supersonik mereka yang dinamai AS2. AS2 ini dipercayai sebagai penerus dari jet supersonik yang kontroversial di era 90'an, Concorde.

Melansir CNN Travel, Kamis (11/2/2021), jet penumpang ini diprediksi mampu terbang dengan kecepatan mach 1.4 atau lebih dari 1.000 mph. Pesawat itu diklaim mampu melibas rute New York - London yang saat ini normalnya 7 jam menjadi 4,5 jam.

CEO Aerion Corporation Tom Vice sempat mengungkapkan bahwa ide brilian ini mulai dikembangkannya karena ingin mengembalikan kejayaan jet super cepat Concorde. Namun dia mengklaim AS2 ini memiliki beberapa perbedaan yang dapat mendorong efisiensi operasional.

"Concorde adalah mesin yang brilian, eksperimen yang mulia, tetapi menghasilkan terlalu banyak emisi di lingkungan, terlalu banyak kebisingan di komunitas kita, dan terlalu mahal untuk dioperasikan.



"Apa yang kami coba lakukan sangat berbeda," kata Tom Vice, CEO Aerion Corporation kepada CNN Travel pada tahun 2020.

Aerion mengaku telah mendapatkan pesanan domestik dan internasional yang sekarang mencapai US$ 6,5 miliar atau Rp 91 triliun dan berencana untuk mengirimkan 300 pesawat selama 10 tahun produksi. Penerbangan pertama AS2 dijadwalkan pada 2024 dan perusahaan bermaksud membawa pesawat itu ke pasar pada 2026.

Pesawat itu sendiri memiliki label harga senilai US$ 120 juta atau sekitar Rp 1,2 triliun per unit, yang menurut pembuat pesawat itu adalah harga yang akan dibayar karena penghematan waktu yang dihasilkan.

Era jet supersonik punah pada tahun 2003 ketika perusahaan yang mengoperasikan Concorde, British Airways dan Air France memutuskan untuk mempensiunkan pesawat itu karena borosnya biaya operasional yang dikeluarkan untuk pesawat penumpang bermesin seperti jet tempur itu.

Selain itu, faktor keamanan juga menjadi catatan penting setelah salah satu armada Concorde milik Air France jatuh beberapa saat setelah take off di Paris dan menewaskan seluruh penumpangnya.



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading