Usai Ragukan Vaksin China, Macron Senggol Vaksin AstraZeneca

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
05 February 2021 14:22
French President Emmanuel Macron addresses a news conference during European Union leaders informal summit in Brussels, Belgium, February 23, 2018. REUTERS/Francois Lenoir     TPX IMAGES OF THE DAY

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prancis Emmanuel Macron mengungkapkan tidak akan menyuntikkan vaksin Covid-19 AstraZeneca kepada penduduk berusia 65 tahun ke atas. Alasannya kurangnya data efektivitas vaksin pada lansia.

"Untuk vaksin AstraZeneca, kami tidak akan memberikannya kepada mereka yang berusia di atas 65 tahun," ujar Emmanuel Macron, melansir AP News, Jumat (5/2/2021).

Vaksin AstraZeneca hanya akan diberikan kepada tenaga medis berusia di bawah 65 tahun dan mereka yang rentan dan memiliki risiko tinggi terpapar Covid-19.


Keputusan ini sejalan dengan rekomendasi otoritas kesehatan Prancis yang menyarankan vaksin AstraZeneca hanya diberikan kepada warga berusia 65 tahun ke bawah.

Kebijakan Emmanuel Macron bertentangan dengan panduan dari European Midicines Agency yang mengizinkan vaksin AstraZeneca disuntikkan kepada semua kelompok usia orang dewasa di seluruh Uni Eropa.

Rencananya Prancis akan menawarkan vaksin AstraZeneca secara umum kepada warga Prancis pada musim panas atau mulai Juni 2021.

Sebelumnya Emmanuel Macron mengingatkan akan adanya risiko menggunakan vaksin Covid-19 buatan China. Alasannya, kurangnya informasi soal vaksin China bisa menjadi masalah.

Dalam dialog bersama dengan lembaga Antlantic Council, ia memperingatkan bahwa kemanjuran sejumlah vaksin, ia menyebut Sinopharm dan Sinovac, tidak diketahui. Karena sama sekali tak ada informasi detil tentang percobaan yang dibagikan.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading