Modus Pembajakan WhatsApp yang Lagi Ngetren, Waspadalah!

Tech - Tommy Sorongan, CNBC Indonesia
30 January 2021 10:24
FILE PHOTO: A logo of WhatsApp is pictured on a T-shirt worn by a WhatsApp-Reliance Jio representative during a drive by the two companies to educate users, on the outskirts of Kolkata, India, October 9, 2018. Picture taken October 9, 2018. REUTERS/Rupak De Chowdhuri - RC16ED4B4AE0/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Aksi pembajakan akun WhatsApp saat ini mulai menghebohkan masyarakat kembali. Pasalnya modus yang dilakukansang hacker selalu berganti-ganti hingga dapat merebut akun WhatsApp lainnya.

Menghadapi maraknya pembajakan itu The Malaysian Communications and Multimedia Commision (MCMC) telah mengeluarkan peringatan yang meminta masyarakat agar waspada dengan semakin banyaknya taktik inventif yang digunakan para pelaku kejahatan dunia maya yang mencoba membajak akun WhatsApp.

MCMC mengatakan pembajakan akun Whatsapp biasanya sukses jika korban membocorkan enam digit kode verifikasi bersifat one time password (OTP), yang biasanya akan diterima pengguna ketika ada upaya untuk mengubah nomor telepon yang terkait dengan akun mereka. Kode verifikasi ini dikirimkan via SMS, seperti dikutip dari The Star Online, Sabtu (30/1/2021).


Salah satu modusnya, hacker menghubungi calon korban dengan menyamar sebagai individu atau usaha yang akan menyatakan kepada calon korban bahwa telah salah memasukkan nomor telepon korban saat mencoba menyelesaikan transaksi online, akibatnya kode otorisasi transaksi itu telah telah dikirim ke telepon korban dan memohon untuk mengirim kode tersebut.

Dalam beberapa kasus, korban kebanyakan berpikir bahwa mengirimkan TAC (kode otorisasi transaksi) tidak terkait kepada aktivitas pembajakan padahal sebenarnya yang terjadi bahwa korban telah memberikan pintu masukbagi para hacker untuk meretas sistem akunnya.

Selain itu modus lainnya adalah hacker menyamar sebagai karyawan WhatsApp untuk memancing sang korban untuk memberikan kode OTP-nya.

Dalam hal ini, scammer, yang berpura-pura jadi orang lain, akan menghubungi pengguna untuk meminta kode itu. Jika pengguna tidak menjawab panggilan otomatis oleh WhatsApp dan masuk ke kotak surat suara pengguna, maka penipu akan mencoba menebak secara acak atau meminta kode PIN kotak surat suara pengguna untuk mengakses rekaman, terang MCMC.

Namun meski modus operandi sang hacker berganti, ada juga tips cara untuk menghindari hal seperti ini terjadi pada anda.

Jika akun Anda telah dicuri, Anda harus masuk ke WhatsApp dengan nomor telepon Anda dan memverifikasi nomor telepon dengan memasukkan kode enam digit yang diterima melalui SMS. Setelah memasukkan kode SMS enam digit, orang yang menggunakan akun Anda akan keluar secara otomatis.

Anda mungkin juga diminta untuk memberikan kode verifikasi dua langkah. Jika Anda tidak mengetahui kode ini, pembajak yang menggunakan akun Anda mungkin telah mengaktifkan verifikasi dua langkah. Anda harus menunggu tujuh hari sebelum dapat masuk tanpa kode verifikasi dua langkah, menurut WhatsApp.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading