Iran Blokir Signal Usai Warga Eksodus dari WhatsApp, Kenapa?

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
27 January 2021 07:26
FILE PHOTO: Iran's national flags are seen on a square in Tehran February 10, 2012, a day before the anniversary of the Islamic Revolution. REUTERS/Morteza Nikoubazl/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Iran telah bergerak memblokir Signal Messenger setelah warga berbondong-bondong beralih ke platform perpesanan ini menyusul kebijakan privasi baru WhatsApp milik Facebook.

Pada 14 Januari 2021, Iran memerintahkan penghapusan Signal Messenger dari Cafe Bazaar, Google Play versi Iran, dan Myket, toko aplikasi lokal terkenal lainnya. Mulai awal pekan ini, pengguna yang berbasis di Iran melaporkan ada masalah akses ke Signal Messenger.

Dalam sebuah cuitannya di Twitter, Signal mengatakan telah "bekerja di seputar sensor Iran" sejak aplikasi tersebut menjadi konten unduhan teratas di toko aplikasi Iran.


"Kami tidak dapat menghentikan registrasi, sensor Iran sekarang menghentikan semua lalu lintas Signal," tulis Signal seperti dikutip dari Aljazeera, Rabu (27/1/2021). "Orang Iran berhak mendapatkan privasi. Kami belum menyerah. "

"Kami berterima kasih atas pemahaman Anda tentang batasan kami," tulis salah satu warga Iran yang ingin mengunduh Signal.

Namun kabar ini dibantah oleh Juru Bicara Pengadilan Iran Ghilamhossein Esmaeile. Menurutnya di bawah pimpinan baru Ebrahim Raisi sejak 2019 pengadilan belum "memblokir media, outlet berita atau layanan pesan."

Ini bukan kali pertama Iran memblokir Signal. Aplikasi sudah diblokir secara sporadis pada 2016 hingga 2017. Namun pemblokiran tak dilakukan secara massal karena basis pengguna ketika itu tidak besar.

Menurut Mahsa Alimardani, seorang peneliti internet dengan organisasi hak asasi manusia Inggris ARTICLE19, Sinyal digunakan oleh sejumlah orang Iran selama protes pada akhir 2017 dan awal 2018 dalam upaya menjaga komunikasi yang aman.

"Signal selalu diiklankan sebagai aplikasi bagi para pembangkang atau aktivis untuk tetap aman dari otoritas negara manapun, terutama Amerika Serikat dan kemampuan pengawasannya yang luas," ujarnya.

"Sebelum migrasi akibat perubahan privasi baru WhatsApp ini, Signal sudah menjadi alat sehari-hari masyarakat sipil dan aktivitas," kata Alimardani, kandidat PhD di Oxford Internet Institute.

Signal bergabung dengan sejumlah besar aplikasi media sosial top lainnya yang telah diblokir oleh otoritas Iran, termasuk Telegram, Twitter, Facebook dan YouTube. Telegram diblokir pada Mei 2018, tak lama setelah protes yang meletus di puluhan kota di Iran atas keluhan ekonomi, politik, dan sosial.

WhatsApp dan Instagram tetap menjadi satu-satunya platform media sosial asing terkemuka yang tidak diblokir di Iran. Fakta bahwa Signal diblokir tetapi WhatsApp tetap dapat digunakan telah memicu spekulasi oleh pengguna Iran di media sosial bahwa pemerintah Iran memiliki akses ke informasi pengguna di WhatsApp.

Alimardani mengatakan rumor yang sama mulai beredar tentang Telegram sebelum pemblokiran dilakukan pemerintah Iran.

"Tidak ada dasar faktual untuk rumor ini karena sangat tidak mungkin otoritas Iran memiliki kemampuan untuk melawan kemampuan keamanan Facebook, atau Facebook bekerja sama dengan Iran untuk berbagi data," katanya.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading