Dulu Ejek Vaksin Sinovac, Presiden Brasil Kini Puji China

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
26 January 2021 12:39
FILE - In this  July 17, 2020, file photo, Brazil's President Jair Bolsonaro who is infected with COVID-19, wears a protective face mask as he flashes thumbs-up at supporters during a Brazilian flag retreat ceremony outside his official residence Alvorada Palace, in Brasilia, Brazil. Bolsonaro announced his illness in July and used it to publicly extol hydroxychloroquine, the unproven malaria drug that he’d been promoting as a treatment for COVID-19 and was taking himself. (AP Photo/Eraldo Peres, File)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Jair Bolsonaro merupakan salah satu yang skeptis pada vaksin China. Kini malah ia berterima kasih kepada China yang menerbitkan izin ekspor bahan baku vaksin Sinovac dengan cepat.

Izin tersebut membuat Brasil bisa memproduksi sendiri 8,5 juta dosis vaksin Sinovac yang dibuat Butantan Sao Paulo. China juga mempercepat persetujuan untuk bahan aktif pembuatan Vaksin Covid-19 AstraZeneca.

"Mereka sudah dikirimkan ke Brasil dan akan tiba dalam beberapa hari ke depan," ujar Bolsonaro melalui akun Twitter pribadinya, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (26/1/2021).


Bolsonaro sempat mengutarakan ketidakpercayaannya pada vaksin China karena dianggap kurang transparan dan efikasinya lebih rendah dari vaksin lainnya. Ia bahkan menolak untuk disuntik vaksin.

Namun belakangan Bolsonaro banyak dikritik karena lonjakan kasus Covid-19 di negeri Samba ini. Brasil menjadi negara kedua dengan kasus tertinggi di dunia dengan jumlah 8,8 juta kasus.

Dengan 210 juta penduduk, mau tak mau Brasil harus bergantung dengan Sinovac China untuk melakukan vaksinasi dan mengakhiri pandemi Covid-19. Brasil sendiri sudah memesan 46 juta dosis vaksin Sinovac. Sebesar 6 juta sebagai vaksin jadi dan sisanya harus diproduksi sendiri di Brasil.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading