Pandemi, Transaksi Digital Banking Meroket Capai Rp 2.700 T

Tech - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
21 January 2021 20:22
Infografis/Kartu Kredit dan Debit Ditinggal?pembayaran  digital sudah  jadi pilihan utama

Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi Covid-19 membuat hampir seluruh masyarakat Indonesia mau tidak mau harus melakukan segala aktivitasnya secara terbatas. Transaksi pembayaran pun banyak dilakukan secara digital.

Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi ekonomi dan keuangan digital terus tumbuh, ditopang dengan banyaknya masyarakat yang menggunakan platform e-commerce dan instrumen digital lainnya semasa pandemi.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, tumbuhnya transaksi keuangan dan pembayaran digital juga sudah mulai banyak dilakukan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Tercermin dari nilai transaksi uang elektronik pada Desember 2020 mencapai Rp 22,1 triliun atau tumbuh 30,44% year on year (yoy).

Adapun volume transaksi digital banking pada Desember 2020 mencapai 513,7 juta transaksi atau tumbuh 41,535 (yoy) dan nilai transaksi digital banking sebesar Rp 2.774,5 triliun, tumbuh 13,91%.

Transaksi digital banking yang sebesar Rp 2.774,5 triliun pada Desember 2020 tersebut melebihi anggaran belanja negara pada APBN 2020 atau pun APBN 2021, yang masing-masing sebesar Rp 2.739,2 triliun dan Rp 2.750 triliun.

"Bank Indonesia memperkirakan tren digitalisasi akan terus berkembang pesat didukung dengan perluasan ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang semakin inklusif," jelas Perry dalam konferensi pers virtual, Kamis (21/1/2021).

Sementara itu untuk Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) pada Desember 2020 mencapai Rp 898,9 triliun, tumbuh 13,25% (yoy), seiring dengan aktivitas ekonomi yang membaik.

Nilai transaksi pembayaran menggunakan ATM, Kartu Debit, dan Kartu Kredit pada Desember 2020 tercatat Rp 695,5 triliun, kembali tumbuh 1,36% (yoy), setelah kontraksi pada bulan November 2020 sebesar 1,93% (yoy).

Bank Indonesia, kata Perry akan terus mengakselerasi kebijakan digitalisasi sistem pembayaran untuk pembentukan ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang inklusif dan efisien, serta untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional.

Hal yang akan dilakukan BI dalam akselerasi kebijakan digital yakni dengan melakukan perluasan merchant QRIS 12 juta, perluasan fitur QRIS transfer, tarik, dan setor, menetapkan Merchant Discount Rate Uang Elektronik (MDR UE) Chip Based berlaku efektif 1 Maret 2021, dan implementasi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025.



[Gambas:Video CNBC]

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading