Sinovac Akhirnya Bicara Soal Kemanjuran Vaksin Covid 50,4%

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
19 January 2021 14:31
Brasil akhirnya menyetujui penggunaan darurat vaksin corona China Sinovac Biotech Ltd. (AP/Carla Carniel)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sinovac Biotech China mengatakan Vaksin Covid-19 buatannya, CoronaVac, lebih efektif 19-20% pada subkelompok kecil pasien yang menerima dua dosisĀ atau dua suntikan dengan jarak lebih dari 14 hari. Ini merupakan data uji klinis tahap akhir di Brasil.

Juru Bicara Sinovac mengatakan tingkat perlindungan (efikasi) vaksin Sinovac meningkatkan mendekati 70% pada 1.394 relawan vaksin setelah disuntik dengan jarak antar penyuntikan tiga minggu atau 21 hari. Vaksin Sinovac disuntikkan dalam tubuh sebanyak dua kali, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (19/1/2021).

Minggu lalu, peneliti Brasil mengumumkan efikasi vaksin Sinovac mencapai 50,4% berdasarkan hasil dari 9.000 relawan, kebanyakan dari mereka mendapatkan suntikan dalamĀ rentan jarak 14 hari, sebagaimana diuraikan dalam protokol uji coba.


Sejumlah kecil peserta terlambat menerima suntikan vaksin kedua karena berbagai alasan. Data mereka menunjukkan tingkat efikasi lebih baik dari yang diumumkan.

Interval pemberian dosis vaksin Covid-19 telah menjadi topik hangat perdebatan di kalangan ulmuwan, regulator, dan pemerintah.

Regulator Inggris mengatakan vaksin Covid-19 dari AstraZeneca dan University of Oxford lebih efektif ketika jarak antar suntikan lebih panjang dari yang disebutkan sebelumnya.

Juru bicara Sinovac memperingatkan data efikasi 50% dari sub-kelompok didasarkan pada data gabungan dengan selang waktu dua atau tiga minggu. Sementara peneliti Sinovac mengatakan uji coba tahap awal menunjukkan interval empat minggu memicu respons antibodi yang lebih kuat daripada dua minggu.

Ini adalah pertama kalinya perusahaan merilis data kemanjuran dari uji coba Tahap III dengan pola dosis yang berbeda dari protokol uji coba. Sinovac belum merilis hasil uji coba Fase 3 secara global, tetapi vaksin Covid-19 telah disetujui untuk penggunaan darurat di Brasil, Indonesia, dan Turki.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading