Kebijakan Privasi Baru WhatsApp Buat Bisnis Iklan Digital?

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
12 January 2021 13:42
WhatsApp Foto: WhatsApp (REUTERS/Dado Ruvic)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kebijakan privasi baru dari WhatsApp ternyata untuk bisnis iklan di induk usaha Facebook. Pengamat keamanan siber, Ruby Alamsyah menyatakan data-data yang diperoleh Whatsapp menjadi profiling tertentu akan dikirimkan iklan yang sesuai.

"Pengguna WhatsApp sekitar 2 miliar lebih dan Facebook juga cukup besar. Mereka sebagai penyedia platform online grup besar menggunakan big data menganalisa secara mendalam menggunakan AI (artificial Intelligence) dan machine learning dibuatlah produk baru atau service baru. Ada profiling tertentu akan dikirimkan iklan sesuai di Facebook," kata Ruby, Selasa (12/1/2021).

Dia menambahkan data akan diolah oleh WhatsApp dan Facebook untuk dioptimalisasi yang dikatakan memberi manfaat pada masyarakat. Namun menurutnya privasi pengguna tetap terjaga, karena pesan antar user tidak akan dibaca oleh platform tersebut.


Menurut Ruby, data yang akan dibagikan ke Facebook seperti informasi perangkat, nomor handphone, operator seluler, IP adress pengguna yang digunakan di WhatsApp. Dia menuturkan data-data itu merupakan data general.

Selain itu informasi payment system yang digunakan di platform Facebook juga akan dibagikan. Data tersebut adalah profil penggunanya seperti apa dan kapan transaksi dilakukan, tapi bukan informasi data kartu kredit.

Infografis/7 Poin kebijakan privasi baru WhatsApp yang perlu kamu ketahui/Aristya RAhadianInfografis/7 Poin kebijakan privasi baru WhatsApp yang perlu kamu ketahui/Aristya Rahadian

"Aplikasi seperti WhatsApp dan Telegram menyatakan menggunakan teknologi end-to-end encryption, sudah dipastikan seluruh pesan tidak bisa dibaca oleh siapapun. Baik oleh WhatsApp, pihak ketiga maupun penegak hukum dengan cara yang umum," ujar Ruby.

Sebagai informasi, WhatsApp memberlakukan kebijakan privasi baru per 8 Februari 2021 mendatang. Salah satu poin dalam aturan adalah adanya pembagian data WhatsApp ke Facebook.

Namun bagi pengguna yang tidak setuju dengan kebijakan tersebut, bisa menghapus akun WhatsApp.

Sementara itu pihak WhatsApp menjelaskan jika praktek pembagian tersebut sudah dilakukan sejak 2016. Namun bagi-bagi data saat itu dilakukan jumlah terbatas.

"Sejak 2016, WhatsApp telah membagikan sejumlah data terbatas dngan Facebook di ranah backend, khususnya untuk kebitihan infrastruktur. Tidak ada perubahan baru di update kebijakan ini," kata WhatsApp dalam keterangan resminya.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading