Idol Avatar, Masa Depan Girlband & Boyband KPop?

Tech - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
11 January 2021 18:19
Kpop

Jakarta, CNBC Indonesia - Salah satu girl grup terbaru Korea Selatan telah menawarkan teknologi mutakhir pada industri hiburan. Mereka adalah Aespa yang meluncurkan single pertamanya dengan anggota dari kehidupan nyata dan avatar mereka.

Aespa terdiri dari empat bintang pop Korea Selatan di kehidupan nyata yakni Karina, Winter, Ning Ning, dan Giselle. Secara bersama mereka hadir dengan rekan virtual mereka.

Mereka memulai debutnya pada 17 November 2020 lalu dengan lagu pertama, Black Mamba. Grup pop terbaru besutan SM Entertainment berharap idola virtual dengan kecerdasan artifisial (AI) ini dapat menjadi sahabat Anda berikutnya.


Pada Forum Industri Budaya Dunia tahun ini, pendiri dan ketua SM Lee Soo-man menyebut bahwa Aespa adalah awal masa depan hiburan, idola kehidupan nyata yang hidup berdampingan dengan avatar virtual.

Nama Aespa mengacu pada Avatar x Experience dan penggemar dapat mengantisipasi mengalami dunia baru melalui pertemuan avatar dan diri Anda yang lain.

"Di dunia selebriti, robot berbasis data besar akan memainkan peran yang sangat penting, perkembangan A.I.teknologi akan memungkinkan avatar menyesuaikan dengan kehidupan orang-orang. Seperti orang yang hidup, seperti teman," kata pendiri SM.

Penggemar juga dapat membuat avatar yang disesuaikan dan berinteraksi satu sama lain di dunia virtual supermasif melalui aplikasi smartphone bernama SYNK.

Kemungkinan Tak Terbatas

Bagi ahli budaya pop Korea Selatan, kemungkinan Aespa tidak terbatas. Ketika idola sakit atau kelelahan karena jadwal yang padat, idola virtual dapat tampil dan berinteraksi dengan penggemar sebagai penggantinya, kata Lee Hye-jin, asisten profesor klinis di Annenberg School for Communication and Journalism di Universitas.California Selatan (USC).

"Saya pikir yang unik di sini adalah jumlah penetrasi ke dalam kehidupan sehari-hari orang. Ini membuat dunia musik online multipemain masif," kata Profesor James Patrick Williams, sosiolog budaya dan psikolog sosial di Nanyang Technological University Singapura.

Williams berspekulasi SM dapat mempelajari interaksi online penggemar untuk mengantisipasi kebutuhan dan preferensi mereka, memungkinkan avatar untuk menyusun saran musik atau bahkan memberikan dukungan obrolan emosional.

Batasan sosial, kesehatan mental
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading