Sambut 2021, Tesla Kirimkan SUV Made in-China ke Konsumen

Tech - Sandi Ferry, CNBC Indonesia
01 January 2021 15:20
A truck loaded with Tesla cars departs the Tesla plant Tuesday, May 12, 2020, in Fremont, Calif. Tesla CEO Elon Musk has emerged as a champion of defying stay-home orders intended to stop the coronavirus from spreading, picking up support as well as critics on social media. Among supporters was President Donald Trump, who on Tuesday tweeted that Tesla's San Francisco Bay Area factory should be allowed to open despite health department orders to stay closed except for basic operations. (AP Photo/Ben Margot)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pabrikan raksasa mobil listrik Tesla Inc pada hari ini, Jumat (01/01/2021) mengatakan telah menjual kendaraan tipe SUV (Sport Utility Vehicle) buatan China dan akan mengirimkannya ke konsumen pada bulan ini.

Posisi China sangat penting bagi kunci strategi global Tesla. Negeri Tirai Bambu ini menawarkan subsidi besar untuk kendaraan listrik dalam upaya mengurangi polusi dari mobil bensin atau diesel.

Seperti dikutip dari Reuters, salah satu mobil SUV yang menjadi andalan adalah Model Y. Mobil SUV tersebut dibanderol seharga 339.900 yuan atau setara US$ 52.091,95 atau sekitar Rp 734,5 juta (asumsi kurs Rp 14.100 per US$).


Saingan Tesla di China cukup banyak, misalnya Volkswagen AG, BMW serta perusahaan rintisan lokal seperti Nio Inc, Xpeng Inc, dan Li Auto Inc, yang semuanya memiliki model SUV listrik.

Meski demikian, pasar yang besar menjadi kelebihan. Karenanya, Tesla tidak segan memperluas pabrik mobil Shanghai, di mana ia juga membangun Sedan Model 3. Pada bulan Oktober, ia mulai mengekspornya ke Eropa.

Selain itu, perusahaan ini juga menambah kapasitas produksi pengisi daya mobil listrik di Shanghai dan memperluas jaringan penjualan dan layanannya di seluruh negeri. Pada November lalu saja, Tesla berhasil menjual lebih dari 20.000 unit kendaraan.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading