Vaksin Covid-19 Menggunakan Virus Mati, Maksudnya?

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
29 December 2020 19:50
System Pharmacy Clinical Manager at Hartford HealthCare Colleen Teevan administers the Pfizer-BioNTech vaccine for COVID-19 to a front line worker outside of Hartford Hospital, Monday, Dec. 14, 2020, in Hartford, Conn. (AP Photo/Jessica Hill)

Jakarta, CNBC Indonesia - Vaksin Covid-19 yang telah ada saat ini ternyata memiliki berbagai jenis. Salah satunya adalah sebutan vaksin mati, apa maksudnya ya?

Dijelaskan oleh Vaksinolog dan Dokter Penyakit Dalam, Dirga Sakti Rambe, jika vaksin mati terdiri dari bagian virus yang sudah diinaktivasi, dimatikan ataupun dilemahkan.

"Sehingga apabila diberikan pada tubuh kita, tubuh akan tetap mengenali bagian virus tertentu tetapi tidak menimbulkan penyakit bagi penerimanya," kata Dirga, Selasa (29/12/2020).


Dirga menjelaskan cara kerja vaksin Covid-19 itu. Jadi saat vaksin diberikan tubuh akan mengenali ada sebuah komponen virus tertentu. Lalu tubuh pasien akan melawan dengan membentuk antibodi sebagai kekebalan.

Namun bukan hanya membentuk antibodi, tubuh juga akan mengingat komponen virus tersebut. "Sehingga di masa mendatang orang yang divaksinasi terpapar virus, dia sudah punya antibodi, tinggal diproduksi ulang," jelasnya.

Sampai saat ini sudah ada 12 vaksin yang masuk uji klinis tahap akhir. Menurut Dirga hingga kini orang-orang yang mengikuti pengujian ini menyatakan kondisinya baik-baik saja dan tidak ada efek samping serius hingga kematian.

Dia menuturkan sejauh ini efek samping yang terjadi adalah reaksi lokal yakni nyeri di bekas suntikan, demam dan alergi.

"Tapi demam pasca vaksinasi adalah tanda vaksinnya bekerja, tidak perlu khawatir karena akan hilang dalam waktu maksimal dua hari. Reaksi alergi tidak perlu khawatir karena orang divaksinasi sudah ada SOP-nya, Rumah Sakit dan klinik sudah menyiapkan emergency kit," jelas Dirga.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading