Presiden Brasil: Vaksin Covid Bisa Bikin Wanita Berjanggut

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
22 December 2020 06:47
Brazil's new President Jair Bolsonaro gestures as he drives past before his swearing-in ceremony, in Brasilia, Brazil January 1, 2019. REUTERS/Ricardo Moraes TPX IMAGES OF THE DAY

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Brasil Jair Bolsonaro dikenal sebagai pemimpin yang meremehkan virus corona Covid-19. Ia kerap mengeluarkan ucapan kontroversial soal virus dan vaksin Covid-19.

Terbaru dia menyebut vaksin Covid-19 Pfizer/BioNtech bisa mengubah manusia jadi buaya dan wanita tumbuh janggut sebagai bentuk penolakan terhadap vaksin.

"Dalam kontrak Pfizer sangat jelas disebutkan: 'Kami tidak bertanggung jawab atas efek samping yang terjadi'. Jika kamu berubah menjadi buaya, itu masalah kamu," ujar Jair Bolsonaro, seperti dikutip dari AFP, Selasa (22/12/2020).


"Jika kamu menjadi manusia super, jika wanita mulai tumbuh janggut atau jika mulai bicara dengan suara banci, mereka tidak bertanggung jawab akan itu."

Meski menolak vaksin dan suntik vaksin Jair Bolsonaro tetap akan memberikan vaksin Covid-19 gratis kepada seluruh penduduk Brasil. Vaksinasi ini bersifat surakarela bukan wajib.

Jair Bolsonaro termasuk salah satu pemimpin dunia yang meremehkan Covid-19. Pada awal kemunculannya virus ini dia menyebut penyakit ini sebagai penyakit flu biasa. Meski sempat terinfeksi Covid-19 pada Juni 2020 pandangannya pada virus ini tak berubah. Ia masih saja meremehkannya.

Pada Oktober silam melalui media sosial twitter, Jair Bolsonaro juga mengungkapkan Brasil tidak akan membeli vaksin China. Pernyataan ini merespons permintaan pendukungnya di internet.

"Rakyat Brasil tidak akan menjadi kelinci percobaan siapapun," tulis Jair Bolsonaro sambil menambahkan vaksin China belum merampungkan uji coba.


(roy/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading