Grab & Gojek Punya Bank Digital, Bank Besar Tersingkir?

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
21 December 2020 19:54
infografis: Ini Aturan Baru Taksi Online

Jakarta, CNBC Indonesia - Dua raksasa ride hailing, Gojek dan Grab baru saja masuk ke dunia bank digital. Fenomena ini kemungkinan harus diwaspadai oleh perbankan besar yang sudah ada sebelumnya.

Menurut Ekonom Indef, Bhima Yudistira, neo-bank harus menjadi kewaspadaan bagi bank-bank tradisional. Dia menuturkan jika neo-bank bukan digital bank yang hanya memiliki digital banking serta sudah melayani transfer.

Neo-bank, dijelaskan Bhima adalah sudah full digital dan tidak memiliki kantor cabang sama sekali. Dia menuturkan alasannya karena perusahaan ride hailing seperti Gojek sudah memiliki jutaan basis customer dan jangkauan mencapai ke daerah-daerah.


"Dan juga ke depan menjadi kebutuhan masyarakat untuk layanan perbankan lebih cepat lebih simple ya ini yang bisa jadi ancaman oleh ekosistem yang sudah terbentuk begitu dari hulur sampai hilir dari jasa produk sampai keuangannya nah ini jadi ancaman serius untuk perbankan," kata Bhima kepada CNBC Indonesia, Senin (21/12/2020).

Menurutnya, para bank-bank yang masih mengandalkan cara konvensional perlu bersiap-siap menghadapi pemain baru ini.

"Ya siap-siap bank masih mengandalkan cara konvensional biaya operasional tinggi dan masih membuka kantor cabang, ini yang akan dikalahkan," ungkapnya.

Sebelumnya, Gopay yang terafiliasi dengan Gojek diketahui menjadi pemegang saham baru di PT Bank Jago Tbk (ARTO). Kepemilikan sahamnya mencapai 22,16% dan diperkirakan total dana yang dikeluarkan mencapai Rp2,77 triliun.

Sementara itu Grab bersama raksasa telekomunikasi Singapura, Singtel baru saja mengantongi lisensi bank digital yang dikeluarkan bank sentral Singapura, Monetary Authority of Singapore (MAS).

Pihak Singtel tak mengakui jika langkah perusahaan dan Grab membuat bank digital adalah cara menjatuhkan bank-bank yang sudah mapan sebelumnya. Kepala Eksekutif Bisnis Internasional Singtel, Arthur Lang menyatakan bank konvensional menjadi pesaing yang kuat dan tangguh serta telah memiliki bisnis digital yang sukses.

Namun di sisi lain, Lang menyebutkan pemain baru bisa menawarkan solusi perbankan untuk pihak-pihak yang belum terlayani di Singapura.


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading