Kabar Terbaru Perlombaan Penemuan Vaksin Corona Versi WHO

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
07 December 2020 14:46
A Russian medical worker prepares a shot of Russia's Sputnik V coronavirus vaccine in Moscow, Russia, Saturday, Dec. 5, 2020. Thousands of doctors, teachers and others in high-risk groups have signed up for COVID-19 vaccinations in Moscow starting Saturday, a precursor to a sweeping Russia-wide immunization effort. (AP Photo/Pavel Golovkin)

Jakarta, CNBC Indonesia - Para ilmuwan masih berlomba-lomba segera menemukan vaksin corona untuk melawan Covid-19. Lantas sejauh mana perkembangannya?

Menurut data World Health Organization (WHO), hingga 2 Desember 2020 ada 214 vaksin corona eksperimental yang sedang dikembangkan. 51 di antaranya sedang diuji pada manusia dan 163 sedang diuji di laboratorium.


Saat ini ada 12 vaksin yang sedang menjalankan uji klinis fase akhir. Berikut daftarnya seperti dikutip CNBC Indonesia, Senin (7/12/2020):

  • Sinovac
  • Wuhan Institute of Biological Products/Sinopharm
  • Beijing Institute of Biological Products/Sinopharm
  • Bharat Biotech
  • University of Oxford/ AstraZeneca
  • CanSino Biological Inc/Beijing Institute Of Biotechnology
  • Gamaleya Research Institute
  • Janssen Parmaceutical Companies
  • Novavax
  • Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical/Institute of Microbiology, Chinese Academy of Sciences
  • Moderna/NIAID
  • BioNTech/Fosun Pharma/Pfizer
  • Medicago Inc.

Informasi saja, dari 12 kandidat vaksin Covid-19 baru Moderna dan BioNTech/Pfizer yang sudah menyelesaikan uji klinis tahap akhir di Amerika Serikat (AS). Bahkan BioNTech/Pfizer telah mendapatkan izin penggunaan darurat dari Inggris dan Bahrain.

Vaksin Moderna serta BioNTech/Pfizer mengklaim memiliki efektivitas menangkal Covid-19 di atas 94%. Vaksin ini mampu melindungi tubuh dari Covid-19 hingga satu tahun dan selanjutnya harus dilakukan dilakukan vaksinasi ulang.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading