Daftar Vaksin Lawan Corona yang Efektif 90% Lebih

Tech - sef, CNBC Indonesia
21 November 2020 07:56
A worker inspects vials of SARS CoV-2 Vaccine for COVID-19 produced by SinoVac at its factory in Beijing on Thursday, Sept. 24, 2020. A Chinese health official said Friday, Sept. 25, 2020, that the country's annual production capacity for coronavirus vaccines will top 1 billion doses next year, following an aggressive government support program for construction of new factories. (AP Photo/Ng Han Guan)

3.Vaksin Gamaleya 92%

Vaksin Sputnik 5 juga disebut efektif 92% melindungi dari corona (Covid-19). Ini merupakan data awal uji klinis fase akhir vaksin Sputnik 5 yang ungkapkan oleh lembaga Sovereign Wealth Fund Rusia RDIF, seperti dilansir dari Reuters.

Data awal ini berasal 20 relawan uji klinis yang telah disuntik dua dosis vaksin. Rusia sendiri sudah melakukan uji klinis fase ketiga pada 16.000 relawan.
Jumlah data ini sebenarnya lebih kecil dari data milik Pfizer yang menyebut vaksinnya 90% efektif lawan Covid-19 dari data 94 relawan.

Sputnik V merupakan vaksin Covid-19 pertama di dunia. Rusia mendaftarkan vaksin ini pada Agustus lalu meski uji klinis yang melibatkan relawan dalam jumlah besar belum dilakukan.

Vaksin ini dikembangkan oleh Institut Gamaleya dan melakukan uji klinis tahap akhir di 29 klinik di seluruh Moskow dengan target 40.000 relawan di mana 10.000 relawan dijadwal disuntik plasebo (vaksin palsu).

Hasil efektifitas vaksin Sputnik ini lebih tinggi dari ambang batas bawah yang disyaratkan Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat (AS) sebesar 50%.

"Penelitian ini telah menunjukkan dan mengkonfirmasi bahwa pertama vaksin ini mana dan tidak memiliki efek samping serius setelah digunakan dan kedua, semuanya efektif," ujar Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Publikasi hasil sementara uji klinis yang secara meyakinkan menunjukkan kemanjuran vaksin Sputnik V memberi jalan untuk vaksinasi massal Covid-19 di Rusia dalam beberapa minggu mendatang," kata Alexander Gintsburg, direktur Institut Gamaleya

4.Vaksin Sinovac

Vaksin Covid-19 buatan Sinovac Biotech berhasil memicu respons kekebalan tubuh dengan cepat. Ini merupakan data uji klinis yang dipublikasikan perusahaan, 18 November lalu.

Tingkat antibodi yang dihasilkan vaksin bernama CoronaVac ini lebih rendah daripada orang yang telah pulih dari virus corona baru tetapi para peneliti mengungkapkan hal itu cukup memberikan perlindungan yang cukup bagi pengguna.

Data ini merupakan hasil uji klinis fase 1 dan fase II vaksin Sinovac yang dipublikasikan dalam jurnal medis The Lancet Infectious Diseases. Uji ini melibatkan 700 relawan.

"Temuan kami menunjukkan CoronaVac mampu memicu respons antibodi yang cepat dalam empat minggu setelah imunisasi dengan memberikan dua dosis vaksin pada interval 14 hari," ujar Zhu Fengcai, salah satu penulis makalah itu, seperti dikutip dari Reuters.

"Kami percaya bahwa hasil ini membuat vaksin [CoronaVac] cocok untuk penggunaan darurat selama pandemi."




(sef/sef)
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading