Rusak Parah, Teleskop Raksasa Pencari Alien Ditutup Selamanya

Tech - roy, CNBC Indonesia
20 November 2020 18:34
Arecibo Observatory. AP/

Jakarta, CNBC Indonesia - Arecibo Observatory, teleskop radio raksasa miliki Amerika Serikat (AS) yang digunakan untuk mendeteksi Asteroid yang membahayakan Bumi, menganalisis planet yang jauh dan menemukan tanda-tanda kehidupan di luar Bumi atau alien akan ditutup secara permanen.

Keputusan ini diumumkan oleh National Science Foundation (NSF) AS setelah mengalami dua kerusakan parah dalam beberapa bulan terakhir. Teleskop raksasa ini berada di Puerto Rico.

Agustus lalu, operasi Observatorium ini dihentikan ketika salah satu kabel pendukung bangunan runtuh. Kemudian pada awal bulan ini kabel lainnya putus merusak kabel didekatnya.


"NSF telah menyimpulkan bahwa kerusakan baru-baru ini pada teleskop 305 meter ini tidak dapat diatasi tanpa membahayakan nyawa dan keselamatan kru dan staf kerja," kata Sean Jones, asisten direktur Direktorat Matematika dan Ilmu Fisika di NSF, seperrti dikutip dari Reuters, Jumat (20/11/2020).

"NSF telah memutuskan untuk memulai proses perencanaan untuk dekomisioning (penutupan) terkontrol dari teleskop 305 meter," kata Jones.

Sebuah perusahaan teknik yang disewa oleh University of Central Florida, yang mengelola observatorium untuk NSF dalam laporannya menyebutkan "bahwa jika kabel utama tambahan gagal, bencana runtuh dari keseluruhan struktur akan segera menyusul."

Piringan reflektor observatorium seberat 900 ton yang tergantung 450 kaki di atasnya, terletak di hutan lembab Arecibo, Puerto Rico. 57 tahun beri operasi teleskop raksasa ini telah menghasilkan beragam penemuan penting.

Arecibo Observatory berperan penting dalam mendeteksi Asteroid Bennu yang mendekati Bumi pada tahun 1999, yang menjadi dasar bagi NASA untuk mengirim wahana robotik ke sana untuk mengumpulkan sampel tanah asteroid pertamanya.


(roy/wia)
Terpopuler
    spinner loading
Baca Juga
Features
    spinner loading