Brasil Setop Uji Vaksin Corona Sinovac, Ahli: Bukan Hal Aneh

Tech - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
11 November 2020 13:20
A worker inspects vials of SARS CoV-2 Vaccine for COVID-19 produced by SinoVac at its factory in Beijing on Thursday, Sept. 24, 2020. A Chinese health official said Friday, Sept. 25, 2020, that the country's annual production capacity for coronavirus vaccines will top 1 billion doses next year, following an aggressive government support program for construction of new factories. (AP Photo/Ng Han Guan)

Jakarta, CNBC Indonesia - Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman angkat bicara soal keputusan Brasil yang penghentian uji klinis vaksin Covid-19 CoronaVac buatan Sinovac Biotech setelah ada kasus relawan meninggal.

Menurut Dicky Budiman, penghentian sementara uji klinis vaksin bukanlah hal yang aneh. Pasalnya, riset vaksin yang dilakukan terus berubah setiap waktu, karena setiap tahapan akan memiliki dampak yang berbeda.

"Setiap tahap akan menghasilkan beberapa dampak. Akan umum dan lazim riset berhenti sementara. Ini bukan gagal. Misal diberhentikan sementara, bukan berarti gagal, akan dilihat lagi," katanya kepada CNBC Indonesia di Jakarta, Rabu (11/11/2020).


Menurutnya, jika ada verifikasi, hal ini merupakan sesuatu yang normal dan masih bisa diterima. Hal ini umum terjadi dan bukanlah sesuatu yang aneh.

"Riset vaksin itu butuh rata-rata 10 tahun. Karena situasi besar ini, perhatian publik sangat besar. Kita akan tunggu lagi vaksin ini," ujarnya.

Sebelumnya, Sinovac Biotech juga berkomentar soal kebijakan Brasil yang menghentikan sementara uji klinis vaksin Covid-19 CoronaVac. Uji klinis ini dihentikan sejak 29 Oktober 2020.

"Kami telah memperhatikan laporan beberapa media. Setelah berkomunikasi dengan rekanan kami di Brasil Butantan Institute, kami mengetahui kepala Butantan Institute percaya bahwa kejadian merugikan yang serius (SAE) ini tidak terkait dengan vaksin," ujar Sinovac dalam keterangan resminya.

"Sinovac akan terus berkomunikasi dengan Brasil mengenai masalah ini. Studi klinis di Brasil dilakukan secara ketat sesuai dengan persyaratan GCP dan kami yakin dengan keamanan vaksin tersebut," imbuhnya.

Pada Selasa (10/11/2020), Otoritas kesehatan Brasil Anvisa mengumumkan penangguhan uji klinis vaksin Covid-19 CoronaVac. Alasannya, ada insiden yang merugikan tanpa penjelasan lebih rinci.

Direktur Instituto Butantan Sao Paulo Dimas Covas menduga penangguhan ini dikarenakan ada salah satu relawan yang meninggal tetapi "kematian itu tidak terkait dengan vaksin" sehingga ia heran atas keputusan Badan Kesehatan Brasil Anvisa.

"Ada lebih dari 10.000 relawan [vaksin] saat ini, kematian dapat terjadi ... Ini adalah kematian yang tidak ada hubungannya dengan vaksin dan karena itu bukan saatnya untuk menghentikan uji coba," kata Dimas Covas, seperti dikutip dari Reuters.


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading