Internasional

Mr Trump Sinis ke Vaksin Pfizer, Kenapa?

Tech - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
10 November 2020 09:55
President Donald Trump speaks in the East Room of the White House, early Wednesday, Nov. 4, 2020, in Washington. (AP Photo/Evan Vucci)

Jakarta, CNBC Indonesia - Keberhasilan vaksin eksperimental perusahaan Amerika Serikat (AS) Pfizer yang berkolaborasi dengan BionTech dari Jerman ternyata tidak selalu direspon positif. Presiden Donald Trump misalnya menyatakan keberhasilan vaksin corona (Covid-19) itu karena motif politik.

"Seperti yang saya pernah katakan, @Pfizer dan perusahaan lainnya hanya akan mengumumkan vaksinnya setelah pemilu karena mereka tidak terdorong untuk melakukannya. Juga, @US_FDA (Pengawas obat dan makanan AS) harusnya mengumumkan itu sebelumnya bukan untuk tujuan politik tetapi untuk menyelamatkan nyawa" cuit Trump pada akun twitternya @realDonaldTrump, dikutip CNBC Indonesia, Selasa (10/11/2020).





Selain itu, Donald Trump juga meremehkan kapasitas Joe Biden. Presiden terpilih yang baru saja mengalahkannya di Pemilu Presiden (Pilpres) AS disebutnya tak akan mampu mengatasi pandemi Covid-19.

"Bila Joe Biden seorang presiden, anda tidak akan memiliki vaksin dalam empat tahun kedepan, juga tidak mungkin @US_FDA akan menyetujuinya segera. Birokrasi mungkin akan menghancurkan banyak nyawa," cuitnya lagi.

Vaksin besutan Pfizer membawa harapan baru bagi dunia ditengah pandemi yang belum menunjukan angka penurunan yang signifikan. Vaksin ini diklaim memiliki angka keefektifan diatas 90% lebih.

Mengutip CNBC International, Chairman & CEO Pfizer Albert Bourla mengatakan efikasi final dari vaksin tersebut dikatakan aman. "Hasil pertama dari uji klinis fase tiga uji vaksin mengindikasikan kemampuan vaksin kami untuk mencegah Covid-19," ujar Bourla Senin (9/11/2020).

Kedua perusahaan tersebut berencana untuk mengajukan penggunaan darurat vaksin kepada BPOM AS, FDA pada pekan ketiga November 2020. Pfizer dan BioNTech berencana memproduksi 50 juta dosis vaksin Covid-19 di 2020 dan 1,3 miliar dosis di 2021.

Sebelumnya sejumlah ahli memperkirakan efektivitas vaksin yang diuji hanya 75%. Uji klinis fase akhir dilakukan Juli 2020 lalu.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading