Satgas Covid-19: Belum ada Negara yang Produksi Massal Vaksin

Tech - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
22 October 2020 18:35
Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito. (tangkapan Layar Youtube BNPB Indonesia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Hingga saat ini, belum ada negara di dunia yang sudah memproduksi vaksin secara massal, sehingga Indonesia terus berupaya melakukan pengadaan vaksin atau produksi secara mandiri.

Hal ini disampaikan oleh Koordinator Tim Pakar Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito dalam "Perkembangan Penanganan COVID-19 dan Tanya Jawab Media" secara virtual di Jakarta, Kamis (22/10/2020).

Dia juga menegaskan, bagaimana pentingnya vaksin dan dampaknya terhadap perlindungan masyarakat dan proses vaksinasi perlu dilakukan secara hati-hati. Ada beberapa tahapan sampai akhirnya vaksin diproduksi massal. Dengan penjelasan yang detail diharapkan masyarakat bisa mendukung pemerintah.


"Diharapkan masyarakat dapat mendukung pemerintah secara penuh dan disiplin protokol kesehatan, tidak perlu khawatir akan kelompok prioritas penerima vaksin. Pemerintah tetap upayakan penerima vaksin, menciptakan kekebalan imunitas," tegasnya.

Dia menyebut, masing-masing tahapan dari pengembangan vaksin memiliki ketentuan yang harus dipenuhi. Sehingga vaksin memiliki standar kesehatan yang baik dan aman serta efektif untuk digunakan.

"Pemerintah terus berkoordinasi dengan pengembang vaksin untuk memastikan bahwa vaksin dapat lulus seluruh tahapan uji klinis, sebelum mendapat persetujuan BPOM produksi massal," ujarnya.

Adapun pemberian vaksin nantinya akan dilakukan secara bertahap. Dimulai dari pemberian vaksin untuk yang bekerja di garda terdepan yang punya risiko tinggi. Selanjutnya akan didistribusikan pada penduduk lain dengan target vaksin yang diterima sekitar 60-80% penduduk Indonesia di akhir 2021.

"Pemerintah telah melakukan bentuk kerjasama multilateral dengan penyedia vaksin, memastikan target vaksin bagi masyarakat. Beberapa bentuk yang dijalin dengan Sinovac, Astrazeneca dan Sinopharm," jelasnya.

Terakhir yang menurutnya perlu dicatat adalah saat ini ada 6 Universitas di Indonesia yang tengah mengembangkan vaksin. Sehingga dalam jangka panjang, targetnya adalah independensi vaksin bagi Indonesia.

Wiku kembali mengingatkan bahwa sampai vaksinasi dilakukan, penularan Covid-19 hanya bisa dicegah dengan protokol kesehatan, yakni #pakaimasker, #jagajarak hindari kerumunan, dan #cucitangan pakai sabun serta air mengalir.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading