Awal 2021 Bio Farma Ajukan Izin Pakai Darurat Vaksin Sinovac

Tech - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
21 October 2020 18:02
Infografis/ 3 Jenis Vaksin asal China Sukses Hasilkan Antibodi Corona/ Aristya Rahadian krisabella

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Utama PT Bio Farma, Honesti Basyir mengatakan bahwa uji klinis vaksin Sinovac akan segera dilaporkan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada Januari 2021 untuk mendapatkan Emergency Use Authorization (EUA).

"Segera nanti awal Januari 2021 akan laporkan uji klinis ke BPOM untuk bisa mendapat EUA. Vaksin ini telah uji klinis dianggap bagus, bisa diberikan ke masyarakat untuk kondisi emergency. Uji klinis diawasi BPOM, karena untuk pertama safety terbukti, sehingga memang vaksin layak diberikan kepada masyarakat Indonesia," ujarnya pada Dialog Produktif "Perkembangan Uji Klinis Vaksin Covid-19" yang digelar secara virtual di Jakarta, Rabu (21/10/2020).

Tahap pertama vaksinasi akan mulai diberikan untuk garda terdepan. Prioritas pada 2021 adalah ada 340 juta dosis untuk 170 orang. Adapun kemajuan hingga saat ini untuk uji klinis tahap 3 hingga Jumat pekan lalu seluruh relawan yaitu 1.620 orang sudah mendapatkan suntikan pertama.


"Lebih dari 1.074 sudah mendapat suntikan kedua dan 671 sudah diambil darah untuk diuji setelah mendapat suntikan kedua. Sampai saat ini belum ditemukan indikasi yang akan menghambat uji klinis. Dan optimis uji klinis akan selesai sampai Januari," tuturnya.

Dia menekankan bahwa uji klinis di Bandung ini merupakan Uji klinis global karena dilakukan di 5 negara. Yaitu Brazil, Indonesia, Turki, Chile dan Bangladesh di mana ribuan relawan akan terlibat. Pada pelaksanaannya, semua data dipertukarkan.

"Progress sampai saat ini dilakukan di beberapa negara. Di Bandung sudah sampai Oktober dan diharapkan bisa berjalan 6 bulan dan hasilnya bagus buat masyarakat Indonesia," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading