Simak! Kabar Baik Uji Vaksin Covid-19 Sinovac di Indonesia

Tech - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
03 October 2020 07:01
A worker inspects vials of SARS CoV-2 Vaccine for COVID-19 produced by SinoVac at its factory in Beijing on Thursday, Sept. 24, 2020. A Chinese health official said Friday, Sept. 25, 2020, that the country's annual production capacity for coronavirus vaccines will top 1 billion doses next year, following an aggressive government support program for construction of new factories. (AP Photo/Ng Han Guan) Foto: AP/Ng Han Guan

Jakarta, CNBC Indonesia - Sudah sebulan lebih vaksin Covid-19 dari Sinovac Biotech China menjalankan uji klinis fase 3 di Indonesia. Kabar baiknya hingga kini uji klinis itu berjalan dengan lancar.

"Dari 1.620 relawan yang mengikuti uji coba vaksin, tidak ada yang mengalami efek samping signifikan," ujar Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kementerian Kesehatan Vensya Sitohang dalam keterangan pers, seperti dikutip Sabtu (3/10/2020).

Uji Klinis vaksin Sinovac di Indonesia dengan menggandeng Bio Farma. Uji klinis ini akan berlangsung selama tujuh bulan dan seluruh relawan akan dipantau selama enam bulan ke depan.

Untuk mempercepat akses vaksin kepada masyarakat, Bio Farma akan mengajukan proses registrasi vaksin melalui mekanisme Emergency Use Authorization (permohonan penggunaan darurat) dengan persetujuan bersyarat dengan menyampaikan laporan interim pada Januari 2021.

"Sambil menunggu Uji Klinis selesai, persiapan produksi vaksin akan dimulai sejak bulan November sampai dengan Desember 2020," ungkap Ketua Tim Riset Vaksin dari Fakultas Kedokteran Unpad Prof Kusnandi Rusmil.

Direktur utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan jika semua berjalan lancar vaksin Covid-19 kerja sama dengan Sinova akan tersedia pada awal 2021.

"Saat ini kapasitas produksi kami dari hilir itu sudah akan tersedia 250 juta dosis pada 2021, ditingkatkan dari 100 juta dosis pada 2020. Apabila uji klinis berjalan lancar, diproduksi Januari 2021 mendatang," pungkasnya.

Soal vaksinasi, pemerintah juga sudah menyiapkan tahapannya. Kebutuhannya mencapai 320 juta dosis hingga 370 juta dosis. Sebesar 70% vaksin akan diberikan kepada mereka yang berusia produktif, dengan usia 19-59 tahun.

Berikut tahapan vaksinasi di Indonesia yang disusun Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN):

  • Kuartal IV-2020: 36 juta dosis vaksin
  • Kuartal I-2021: 75 juta dosis vaksin
  • Kuartal II-2021: 105 juta dosis vaksin
  • Kuartal III-2021: 80 juta dosis vaksin
  • Kuartal IV-2021: 80 juta dosis vaksin

Sebelumnya, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 sekaligus Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo menegaskan bahwa Indonesia tak boleh lengah, sebelum vaksin Covid-19 ditemukan. Dia selalu mengingatkan wajib hukumnya untuk #pakaimasker, #jagajarakhindarikerumunan, dan #cucitanganpakaisabun bila pandemi ini ingin berakhir.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya

Mengenal Vaksin Covid-19 China yang Sudah Masuk ke RI


(roy/roy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading