Sinovac Kunjungi Pabrik Bio Farma, Produksi Vaksin Dimulai?

Tech - Monica Wareza, CNBC Indonesia
25 September 2020 12:38
Presiden Joko Widodo tiba di PT Bio Farma (Persero) Bandung untuk meninjau fasilitas produksi dan pengemasan Vaksin COVID-19, Selasa 11 Agustus 2020 pukul 09.45 WIB. (Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah terus mendukung perusahaan farmasi pelat merah, PT Bio Farma (Persero) untuk melakukan produksi vaksin CoronaVac, vaksin Covid-19 dari Sinovac Biotech Ltd. Proses produksi diharapkan bisa dimulai pada November 2020 nanti.

Bahkan, untuk memuluskan rencana produksi ini Sinovoc telah mengunjungi pabrik Bio Farma yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam program Mata Najwa yang disiarkan Trans 7 pada Rabu (23/9/2020).


"Ya kita semua exercise itu Najwa bukan kita ini terima saja atau take it for granted aja nggak. Tadi saya masih ketemu dengan Sinovac. Sinovac tadi datang baru dari Bio Farma di Bandung. Dan mereka sudah bilang mereka siap mulai nanti diproduksi mereka di November jumlahnya. Jadi uji klinis mereka diharapkan juga sudah selesai," kata Luhut.

Lalu untuk apa kunjungan ini dilakukan Sinovac jauh-jauh datang ke Bandung?

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengungkapkan saat ini perusahaan dan Sinovac sedang memproses transfer teknologi. Transfer teknologi ini dibutuhkan agar Bio Farma bisa melakukan produksi vaksin yang sama dengan yang dilakukan Sinovac.


"Pertemuan dalam rangka proses teknologi transfer dari Sinovac ke Bio Farma," kata Honesti kepada CNBC Indonesia, Kamis (25/9/2020).

Untuk diketahui, Bio Farma telah mendapatkan komitmen dari Sinovac Biotech Ltd. untuk 210 juta bahan aktif/bulk vaksin Covid-19, CoronaVac yang ditemukannya. Sehingga untuk kebutuhan imunisasi setidaknya Indonesia telah memiliki vaksin sebanyak 260 juta dosis.

Pada tahap pertama Indonesia masih baru akan menerima 50 juta bulk mulai November ini hingga Maret 2021. Jumlah ini diperkirakan akan dihabiskan hingga Maret 2021. Sedangkan untuk kebutuhan April-Desember, 210 juta dosis vaksin telah dijanjikan oleh perusahaan untuk didistribusikan ke Indonesia.

"April sampai Desember 2021 kebutuhan kita ada komitmen Sinovac 210 juta dosis vaksin. Jadi 260 juta bisa kita amankan karena nanti akan diprogramkan 130 masyarakat dimana 1 orang 2 dosis, 2 kali suntik ke masyarakat, makanya 260 juta buat masyarakat,"kata dia di Komisi IX DPR RI, Senin (31/8/2020).

[Gambas:Video CNBC]




(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading