Tanpa Disadari, Inilah Dua Senjata Pamungkas Tangkal Covid-19

Tech - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
19 September 2020 08:32
Beberapa warga sedang menunggu angkutan umum dengan latar belakang replika peti mati dan papan imbauan waspada Covid-19 di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta, Selasa (1/9/2020). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Instalasi replika peti mati dan papan imbauan waspada COVID-19 di sejumlah lokasi dimana DKI Jakarta masih menjadi wilayah tertinggi penyebaran. Hingga 1 September 2020 kasus terkonfirmasi COVID-19 nasional telah mencapai 177.571 kasus. Jumlah kasus positif di Jakarta 40.987, bertambah 901 per hari ini (1/9/2020).   

Masih banyak warga yang kurang sadar pentingnya menggunakan masker, dan jaga jarak diruang publik.  (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ada dua 'senjata' yang tidak disadari menjadi kombinasi kuat untuk menangkal Covid-19.

Pertama tentu masker yang selama ini sudah digaungkan, nah yang kedua adalah kacamata. Hasil studi dari China menunjukkan orang yang menggunakan kacamata setiap harinya berisiko lebih rendah terinfeksi Covid-19.

"Kacamata dapat menangkal infeksi Covid-19 karena mencegah pemakainya menyentuh mata mereka, sehingga menghindari penularan virus dari tangan ke mata," kata Yiping Wei, penulis koresponden penelitian yang juga merupakan dokter di Second Affiliated Hospital of Nanchang University dikutip WebMd.com.

Studi penelitiannya sudah dipublikasikan online di jurnal JAMA Ophthalmology pada 16 September ini. Di dalamnya juga tertulis bahwa pemakaian kacamata ini tidak berhubungan dengan tingkat keparahan gejala Covid-19. Penelitian menunjukkan, pemakai kacamata yang terjangkit Covid-19 sama sakitnya dengan pasien Covid-19 yang memiliki penglihatan normal.

Infografis: Para Pengguna Kacamata, Waspada Covid-19 Nempel di Permukaan!Foto: Ilustrasi



"Meskipun ini adalah studi observasional dan Anda tidak dapat menyimpulkan sesuatu yang pasti dari ini, ada saran bahwa pelindung mata dalam bentuk apapun dapat mengurangi risiko terinfeksi," kata peneliti lain, Amesh Adalja dari Johns Hopkins Center for Health Security di Baltimore.

Demi mencegah penularan, Ketua Kedokteran dan Kepala Ahli Epidemiologi Mount Sinai South Nassau di New York, dokter Aaron Glatt mengungkapkan banyak rumah sakit yang mengharuskan dokter, perawat, dan pengunjung untuk memakai kacamata atau pelindung wajah bersamaan dengan alat pelindung lain.

Reisa Broto Asmoro. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)Foto: Reisa Broto Asmoro menggunakan Masker


Yakni masker guna melindungi diri dari virus SARS-CoV-1. Karena itu kacamata boleh jadi sebagai pelindung parsial yang harus digunakan bersamaan dengan alat pelindung lain.

"Karena itu kami jadikan mandat, tapi orang sering bertanya: kalau saya pakai kacamata, apakah cukup? Dan jawaban kami adalah tidak," kata Glatt.

Karenanya, penggunaan masker juga tidak bisa dilupakan. Kepala Centers of Disease and Prevention (CDC) Robert Redfield dalam rapat kerja dengan Parlemen AS, Rabu (16/9/2020) menyebut saat ini senjata ampuh yang bisa melawan Covid-19 selain vaksin, yakni masker.

Robert Redfield mengatakan pihaknya memiliki bukti ilmiah yang menunjukkan masker bekerja menangkal penyebaran virus corona dan masker merupakan pertahanan terbaik manusia saat ini.

"Saya mengatakan mungkin saat ini masker lebih terjamin untuk melindungi saya dari Covid-19 daripada saat saya mengambil vaksin Covid-19," ujarnya dikutip dari The Washington Post.
Robert Redfield menambahkan vaksin virus corona paling potensial, yang kemungkinan tersedia dalam jumlah terbatas pada akhir tahun ini, kemungkinan hanya memiliki imunogenisitas 70%.

Imunogenisitas adalah kemampuan vaksin untuk membangun respons imun terhadap virus.

"Jika saya tidak mendapatkan respons imun, vaksin tidak akan melindungi saya. Tetapi masker melindungi saya," ujar Robert Fedfield.



[Gambas:Video CNBC]

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading