WHO Bantu China Agar Vaksin Covid-19 Dipakai Dunia?

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
10 September 2020 12:02
A box for a COVID-19 immunoglobin treatment is displayed at an exhibit by Chinese pharmaceutical firm Sinopharm at the China International Fair for Trade in Services (CIFTIS) in Beijing, Saturday, Sept. 5, 2020. With the COVID-19 pandemic largely under control, China's capital on Saturday kicked off one of the first large-scale public events since the start of the coronavirus outbreak, as tens of thousands of attendees were expected to visit displays from nearly 2,000 Chinese and foreign companies showcasing their products and services. (AP Photo/Mark Schiefelbein)

Jakarta, CNBC Indonesia - World Health Organization (WHO) sedang bekerja denganĀ China agar vaksin Covid-19 dari Tiongkok memenuhi persyaratan internasional.

"Kantor WHO di China dan markas besar WHO telah bekerja sama dengan pihak berwenang di China," ujar asisten direktur jenderal WHO Mariangela Simao, seperti dikutip dari CGTN, Kamis (10/9/2020). "Kami berhubungan langsung, kami telah berbagi informasi dan persyaratan untuk persetujuan internasional vaksin."

Kepala eksekutif Sinovac Biotech Ltd mengatakan pada hari Minggu (6/9/2020) sekitar 90% karyawan perusahaan dan keluarganya telah disuntik vaksin di bawah program penggunaan darurat negara itu.


Pada Juli, seorang pejabat kesehatan Tiongkok mengonfirmasi bahwa negara tersebut telah mengesahkan penggunaan darurat vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh beberapa perusahaan domestik tertentu pada 22 Juli.

"Kami telah menyusun serangkaian paket rencana, termasuk formulir persetujuan medis, rencana pemantauan efek samping, rencana penyelamatan, rencana kompensasi, untuk memastikan penggunaan darurat diatur dan dipantau dengan baik," ujar Zheng Zhongwei, kepala satgas vaksin virus corona China.

Otorisasi penggunaan darurat, yang didasarkan pada hukum vaksin China, memungkinkan kandidat vaksin yang belum disetujui untuk digunakan di antara orang-orang yang berisiko tinggi terinfeksi dalam jangka waktu terbatas.

Dengan terlebih dahulu menginokulasi kelompok-kelompok khusus, seperti pekerja medis dan pegawai negeri, langkahnya adalah untuk memastikan bahwa kota dapat tetap berfungsi secara normal ketika krisis kesehatan melanda, undang-undang tersebut menyatakan.

Catatan dari Administrasi Produk Medis Nasional China menunjukkan bahwa setidaknya delapan vaksin virus corona potensial telah memasuki tahap uji klinis yang berbeda.

Yang Xiaoming, kepala ilmuwan pengembangan vaksin China dan CEO China National Biotec Group (CNBG) mengatakan dalam sebuah wawancara dengan CCTV bahwa mereka telah menandatangani perjanjian dengan banyak negara tentang uji klinis vaksin yang tidak aktif selama beberapa bulan terakhir.

"Lebih dari 20.000 orang telah divaksinasi," Yang menambahkan, "Keamanan vaksin terjamin dengan baik; keefektifannya dipantau secara ketat."

Perusahaan juga mengumumkan bahwa Argentina, Peru, Maroko, dan Uni Emirat Arab (UEA) telah memberikan lampu hijau untuk uji klinis Fase 3 vaksin yang akan dilakukan di negara mereka.

[Gambas:Video CNBC]




(roy/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading